23 November 2017
Home / News / Bisnis / Industri ritel harus berbenah hadapi era digital

Industri ritel harus berbenah hadapi era digital

Debenhams Indonesia tutup karena kalah saing dengan e-commerce.

Jakarta (RiauNews.com) – Perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya penggunaan internet oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya, di satu sisi menciptakan peluang bagi pemain baru. Namun di sisi lain, ini merupakan ancaman bagi mereka yang masih menjalankan bisnis secara “konvensional” sehingga ditinggalkan konsumen mereka.

Di Tanah Air, ada dua sektor yang merasakan “hantaman” era digital, yaitu bisnis taksi dan ritel.

Sekarang, masyarakat dimudahkan dengan adanya taksi daring. Selain pelayanannya yang memuaskan, juga harga yang diberikan cukup kompetitif dan jelas. Sementara taksi biasa banyak yang ditinggalkan calon penumpang karena sering terjadi ketidakjelasan biaya yang harus dikeluarkan, alias “argo kuda”.



Demikian juga dengan industri ritel. Mereka harus menerima kenyataan telah kalah bersaing dengan toko berbasis online atau e-commerce. Para peritel mungkin tidak pernah menyangka, bisnis yang telah didirikan bertahun-tahun secara sekelebat digilas oleh konsep ekonomi digital.

Sejumlah pemain ritel kelas kakap seperti Matahari Departemen Store dan Ramayana, terpaksa menutup beberapa gerai karena kurangnya pembeli.

Yang lain malah lebih parah. Ritel asal luar negeri 7-eleven malah menutup seluruh usahanya di Indonesia. Demikian juga dengan Lotus Departemen Store dan Debenhams Indonesia yang segera mengikuti jejak 7-eleven.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, pengusaha ritel harus mulai bergerak secepatnya agar bisnis tidak semakin anjlok. Caranya bisa dengan transformasi teknologi, menyesuaikan dengan era ekonomi digital saat ini.

“Kenapa (transformasi digital) penting? Ini untuk menghindari industri shock, itu bisa berupa business shock. Itu perusahaan kalah bersaing kemudian tutup gerai, kolaps,” ujarnya di Jakarta, Selasa (31/10/2017).

Menurut Hanif, semua perusahaan berlomba-lomba memanfaatkan teknologi untuk menggerakan roda bisnisnya. Jika tidak maka bisnis mereka akan stagnan atau yang lebih parah, kolaps.***

Baca Juga

Istri Setya Novanto dicekal KPK

Jakarta (RiauNews.com) – Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor, dicekal untuk bepergian ke luar negeri ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *