17 Desember 2018
Home / Spesial Riau / Kota Pekanbaru / Hi… Bakso di Pekanbaru mengandung babi

Hi… Bakso di Pekanbaru mengandung babi

BPOM Pekanbaru menyatakan bakso di warung ini terkontaminasi babi.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru merekomendasikan agar warung Bakso Mekar yang terletak di Jalan KH Ahmad Dahlan Pekanbaru, menghentikan operasionalnya. Hal ini setelah dua kali diuji, gilingan daging bulat yang menjadi menu utama di warung tersabut positif mengandung fragmen DNA specific porcine atau babi

Mendapatkan informasi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pekanbaru kemudian juga turun ke lapangan untuk memastikan kebenarannya. Hasilnya diketahui bahwa bakso tersebut tidak memiliki izin kesehatan dan tidak laik untuk dijual.

“Sampel Bakso Mekar ini diperiksa dua kali. Pertama di Balai POM Aceh lalu pengujian keabsahan di Pusat Pengujian Obat dan Makanan Balai POM RI. Hasilnya sama,” kata Kasi Pemeriksaan BBPOM di Pekanbaru, Veronika Ginting, Senin (28/8/2017).

Dijelaskan, pemeriksaan Bakso Mekar ini didapat saat dilakukannya sidak rutin yang dilakukan BBPOM di tempat-tempat kuliner yang diminati masyarakat.

Setelah didapati hasilnya positif mengandung zat yang ada pada babi, BBPOM menindaklanjutinya ke daerah. Karena produk tersebut bukan produk kemasan, hasilnya ditindaklanjuti ke Dinkes dan Disperinsag Kota Pekanbaru.

“Kita rutin melakukan pemeriksaan dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Tujuannya agar pangan yang ada aman dikonsumsi masyarakat,” sebut Veronika.

Veronika mengatakan bahwa penggunaan babi dalam makanan ini tidak ada unsur pidananya. Karena hal tersebut hanya masalah keyakinan. Namun ia menyebutkan yang harus diperhatikan Pemko yakni perizinan usaha dan kehalalannya.

Lewat kejadian ini, BBPOM berharap jangan ada lagi hal serupa terjadi. Veronika juga menyampaikan agar masyarakat bisa membuat laporan jika ada hal yang mencurigakan seputar obat dan makanan ke BBPOM Pekanbaru.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: