21 Agustus 2018
Home / News / Politik / Hadiri Temu Kangen Aktifis 80-90, Zulfan Heri Bertemu Sahabat Lama 

Hadiri Temu Kangen Aktifis 80-90, Zulfan Heri Bertemu Sahabat Lama 

Zulfan Heri bertemu Anies Baswedan sahabat seperjuangan semasa aktivis mahasiswa 90an di Yogyakarta, kini jadi Gubernur DKI diacara temu kangen aktivis mahasiswa 80an dan 90an di TIM Jakarta Jumat (2/3/2018). (Kredit: istimewa)

PEKANBARU (RiauNews.com)-Sosok Anies Basweldan begitu populer apalagi sejak beliau menjabat Gubernur DKI Jakarta, nama Anies sangat dikenal masyarakat bukan hanya di Jakarta ibu kota negara RI, yang saat ini dipimpinnya, namun seantero nusantara mengenal Anies.
Dibalik ketenarannya tersebut mungkin banyak yang tidak tahu Anies adalah teman seperjuangan Zulfan Heri saat masih berjuang di kampus.

Zulfan menceritakan Anies sosok aktivis mahasiswa yg sederhana. Ransel yg dipakai saat kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada UGM, merupakan ciri khasnya.

“Beliau selalu mengunakan vespa peribadinya kalau bertandang dan diundang mengisi materi diskusi di kalangan aktivis mahasiswa. Anies sosok mahasiswa cerdas. Seorang orator dan cara pidatonya selalu memukau,” kata Zulfan.

Zulfan Heri yang dulunya aktif di HMI bersama anies dan kawan-kawan, sempat mendirikan Liga Mahasiswa Muslim Yogyakarta (LMMY) lintas kampus.

“Kami memang beda kampus, tapi selalu ketemu melakukan diskusi dan evaluasi gerakan mahasiswa. Makin intens jumpa karena saat ada demo, diskusi dan sama-sama aktif di Senat Mahasisa Perguruan Tinggi (SMPT) di masing-masing kampus,” terang Zulfan.

Zulfan mengenang pernah mengundang Anies dalam forum diskusi bersama kawan-kawan kelompok studi lingkaran aktivis Universitas Muhammadiah Yogyakarta (UMY) yang didirikan Zulfan dan kawan-kawan tahun 1992. ” Kelompok studi ini juga pernah menerbit beberapa buku dan beredar ditingkat nasional,” beber Zulfan

Zulfan Heri mengingat bahwa Anies, Elan Satriawan, Ismet dan kawan-kawan ketika mahasiswa sempat mendirikan CSCD di Yogya, yang juga sempat bertandang bersama kawan-kawan berdiskusi di forum kajian yg didirikan Anies dan kawan-kawan ini.

Jumat (2/3/18) lalu Zulfan kembali bertemu dengan Anies pada acara temu kangen, para aktifis 80-90. Sekitar 500 orang para aktifis asal Jakarta, Bandung, Yogjakarta, Jatim, Jateng dan Bali juga Sumatera ini berkumpul di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

“Acara ini membuktikan bahwa kaum pergerakan ini masih peduli dan memiliki rasa tanggung jawab yg tinggi terhadap masa depan Indonesia. Masih ada pucuk pucuk keberanian untuk mengkoreksi, mengkritisi keberlangsungan pemerintahan sekarang,” kata Zulfan.

Masih kata Zulfan gagasan besar dan tantangan besar kerap hadir dan melekat pada kaum aktivis mahasiswa 80an dan 90an. Tema ini acapkali diusung dan disuarakan dengan lantang oleh para aktivis ini ketika berstatus mahasiswa.

” Keberpihakan terhadap rakyat jelata atau kaum bawah amat kentara dan tegas dlm sikap, fikiran dan tindakan kaum pergerakan ini. Ini tercermin dalam tema besar temu kangen aktivis mahasiswa 80an dan 90an ‘Menuju Indonesia Berkeadilan Sosial’

“Para aktivis ini melekat kuat ideologi perjuangannya membela rakyat yang kena gusur ulah kaum elit ekonomi dan politik yg berjubah kapitalis dan borjuis,” ujar Zulfan.

Advokasi gerakan kasus kedung Ombo, Cimacan, Vilacap, buruh (Marsinah), porkas (SDSB), dan penggusuran rakyat bawah lainnya adalah bukti nyata yang tak luput dari gerakan mahasiswa 80an dan 90an, “Hngga melawan dan menumbangkan rezim orde baru yang sangat otoritarian,” jelasnya

Pemimpin baru berjiwa aktivis telah hadir ditengah kaum pergerakan ini. Tinggal membuat momentum. Tidak boleh lagi ada jurang dan ketimpangan yang kuat antara si kaya dan si miskin.

“Mari bela mereka demi tegaknya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yg tercantum dalam sila kelima Pancasila. Pertemuan yang digagas aktivis 80an dan 90an ini selain mengingatkan peran dan sejarah masa lalunya, juga membangkitkan kembali semangat untuk tidak membiarkan negara ini diisi oleh orang orang yang membajak gerakan reformasi yang dulu tak pernah bergerak melawan rezim orde baru.

Selain Anies hadir dalam acara tersebut Fahri Hamzah, Syahganda, Cahyono, Ahmad Yani, Ferry Juliantoro, Harun Al Rasyid, Heru Nongko, Inam, dan para aktivis mahasiswa 80an dan 90an lainnya dan tokoh senior aktivis mahasiswa 70an, H Hariman Siregar. Tien

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: