22 September 2018
Home / News / Nasional / Guntur minta maaf dan sesalkan puisi saudarinya

Guntur minta maaf dan sesalkan puisi saudarinya

Guntur Soekarnoputra. (Kredit: Tempo)

Jakarta (RiauNews.com) – Tak seperti Guruh Soekarnoputra yang menganggap isi puisi saudarinya Sukmawati Soekarnoputri tidak mengandung SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan), putra presiden pertama RI lainnya, Guntur justru menyesalkan dan meminta maaf kepada masyarakat.

“Atas nama keluarga besar Bung Karno, Guntur menyesalkan kemunculan puisi Sukmawati yang dibacakan di gelaran Indonesia Fashion Week 2018,” katanya dalam rilis dan dikutip Riaunews.com dari laman Republika, Selasa (3/4/2018).



Guntur memastikan seluruh anggota keluarga Soekarno dididik sesuai ajaran Islam, termasuk menjalankan rukun Islam.

“Sebagai anak tertua, saya saksi hidup, bahwa seluruh anak Sukarno dididik oleh Bung Karno dan ibu Fatmawati Sukarno sesuai ajaran Islam” kata Guntur.

Seluruh anggota keluarga Soekarno, lanjut Guntur, telah diajarkan syariat Islam, bahkan ayahnya (Bung Karno) pun menjalankan semua rukun Islam termasuk menunaikan ibadah haji.

Namun, Guntur tak ingin mengomentari lebih jauh puisi karya adiknya itu. Namun ia menekankan, puisi itu tak memiliki keterkaitan dengan pandangan dan sikap keluarga Bapak Proklamator Bung Karno mengenai ajaran agama Islam. “Itu pendapat pribadi Sukmawati, tidak ada urusannya dengan pandangan dan sikap keluarga,” tegasnya.

Guntur juga mengungkapkan, puisi tersebut juga mewakili sikap keimanannya sebagai seorang muslimah. “Saya juga yakin puisi Sukma tersebut tidak mewakili sikap keimanannya sebagai seorang muslimah, dan saya ingin Sukma segera meluruskannya,” ujar Guntur.

Puisi Sukmawati Soekarnoputri diketahui memuat kata-kata ‘syariat Islam’, ‘cadar’, dan ‘azan’. Puisi ini lalu menuai polemik karena dianggap membawa unsur Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) oleh beberapa pihak.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: