26 September 2018
Home / Utama / Edi Tanjung: Paslon Gubri nomor urut dua lebih mengerti dan punya solusi membangun Riau

Edi Tanjung: Paslon Gubri nomor urut dua lebih mengerti dan punya solusi membangun Riau

Pasangan Cagubri dan Wacagubri Lukman Edy-Hardianto.

PEKANBARU (RiauNews.com) – Debat kandidat Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Riau yang ditayangkan secara live di TV One, 27 April 2018 pukul 19.30 WIB dari Hotel Labersa Kampar, menunjukan kualitas dari empat Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau.

Secara umum Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau nomor urut 2 Lukman Edy-Hardianto SE, unggul dalam debat tersebut. Penilaian ini disampaikan oleh ketua koalisi Riau Bangkit Lukman Edi-Hardianto SE, H Nurzahedi Tanjung SE, atau panggilan akrabnya Edi Tanjung.



“Debat tadi malam sangat positif bagi pasangan nomor urut 2, Muhamad Lukman Edy – Hardianto, SE. Luas, lugas, tegas dan berkelas menjawab pertanyaan serta solusi yang diberikan pasangan yang diusung Gerindra dan PKB. Ini adalah salah satu alasan yang membuat nilai positif itu muncul,” jelas Edi Tanjung.

Dikatakan anggota komisi VI ini, dalam debat kandidat tersebut, pasangan Lukman Edy dan Hardianto menjelaskan bagaimana upaya-upaya strategis dalam menyelesaikan persoalan di Provinsi Riau.

Seperti sektor pariwisata, pasangan ini memunculkan ide yang sangat baik. Diantaranya menjamin keberlangsungan pariwisata budaya, religius dan juga kuliner. Pasangan ini menitikberatkan pada kemudahan akses pendanaan bagi warga untuk pengembangan sektor pariwisata. Termasuk juga perbaikan infrastruktur untuk menunjang sektor pariwisata.

Lebih jauh, pasangan nomor urut dua ini juga memberikan gagasan mengenai pemaksimalan kerja lembaga adat Riau dalam menyongsong Riau Modern. Lembaga adat Riau akan disiapkan untuk lebih memastikan keberlangsungan budaya dan sejarah Riau agar dapat bersinergi dengan modernisasi dan kemajuan masyarakat.

Keberadaan BUMD juga menjadi sorotan serius pasangan Lukman Edy – Hardianto. Dimana akan ada ketegasan terhadap keberadaan BUMD milik Provinsi Riau. Penyehatan dan juga restrukturisasi lembaga akan diberlakukan agar BUMD dapat bermain dilevel tertinggi atau dapat go publik.

Soal kesehatan dan pendidikan, pasangan yang berasal dari dunia politik ini pun memastikan bakal ada peningkatan kualitas dan kuantitas pendanaan. Dimana angka 20 persen APBD untuk pendidikan dan 10 persen APBD untuk kesehatan akan ditingkatkan. Perlu juga menurut pasangan ini, peningkatan kualitas rumah sakit dan Puskesmas yang ada di Riau menjadi layanan kesehatan 24 jam dengan fasilitas rawat inap.

“Memang sudah ada BPJS kesehatan tetapi belum memadai dan maksimal dalam melayani kesehatan masyarakat jadi perlu di backup dengan APBD, dan harus ada kesinambungan terukur antara APBD dengan BPJS masyarakat Riau. APBD menurut pasangan ini harus sepenuhnya digunakan untuk membiayai atau mengeratiskan kesehatan dan pendidikan warga Riau,” jelasnya.

Pada sektor perkebunan, secara khusus pasangan ini memastikan bakal membuat BUMD khusus untuk membantu perkebunan warga. Dengan kata lain BUMD ini bakal memastikan legalitas lahan milik warga, proses replanting perkebunan, hingga persoalan modal dan juga distribusi dari hasil perkebunan sawit.

“Bagi saya pasangan ini benar-benar memiliki program kerja dan pemasaran yang baik. Pasangan nomor urut dua ini mengerti masalah dan bisa mensinkronisasikan masalah masyarakat dengan program kerja yang berkaitan dengan perda dan juga APBD,” imbuh Edi Tajung yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Riau.***(Tien)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: