19 Agustus 2018
Home / News / Internasional / Dosen ini tak tahu kalau Australia adalah negara

Dosen ini tak tahu kalau Australia adalah negara

Gedung Opera House yang menjadi ikon kota Sydnew, Austaralia.

Washington (RiauNews.com) – Meski Australia merupakan salah satu negara besar di dunia, namun ternyata tak semua orang tahu, meski seorang dosen. Peristiwa yang cukup memalukan tersebut terjadi di kampus Southern New Hampshire University (SNHU), Amerika Serikat (AS) saat seorang mahasiswa hampir saja tidak lulus gara-gara ketidaktahuan sang dosen.

Dilansir media Australia News.com.au, Ahad (11/2/2018), seorang mahasiswa SNHU, Ashley Arnold, hampir gagal lulus lantaran berdebat dengan dosen tersebut.



Disebutkan, Arnold ditugaskan untuk membuat artikel ilmiah yang membandingkan norma-norma sosial di AS dengan negara-negara lain. Arnold pun memilih Australia sebagai pembanding Negeri Paman Sam.

Sayang, hasil akhir tugas kuliah ini ditolak oleh sang dosen. Alasannya, Australia adalah nama sebuah benua, bukan negara.

“Australia itu sebuah benua, bukan negara,” kata Arnold mengutip kata-kata dosennya itu.

“Saya ingin Anda paham, kesalahan sedikit pun akan merusak keseluruhan riset Anda. Riset bagaikan domino. Kalau Anda tak sengaja menyenggol satu hal, maka semua barisan akan runtuh,” lanjut sang dosen.

Untuk menjawabnya, Arnold sempat mengirimkan laman resmi tentang negara Australia. Akhirnya, sang dosen menyerah dan memberikan nilai B+ kepada mahasiswa asal Idaho ini.

Namun, pihak kampus SNHU sudah kepalang malu. Pasalnya, rekaman percakapan Arnold dengan sang dosen sudah terlanjur tersebar via internet. Dalam akun Twitter resminya, SNHU menyatakan permintaan maaf atas insiden ini.

Lebih lanjut, dosen yang dimaksud pun telah dipecat dari pekerjaannya. Sampai berita ini ditulis, nama dosen yang khilaf tersebut masih belum terungkap.

“Kepada rekan-rekan kami di Australia, kami tahu bahwa Australia adalah sebuah negara dan benua. Semoga beruntung dalam Olimpiade Musim Dingin tahun ini!.” demikian petikan pernyataan resmi SNHU dalam laman Twitternya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: