19 September 2018
Home / Hukum & Kriminal / Buni Yani tolak dakwaan karena merasa tak pernah diperiksa penyidik

Buni Yani tolak dakwaan karena merasa tak pernah diperiksa penyidik

Buni Yani.

Bandung (RiauNews.com) – Buni Yani (48), hari ini, Selasa (13/6/2017) menjalani persidangan perdana di Pengadilan Negeri Bandung, di mana dia menjadi terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Menghadapi Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mendakwanya dengan pasal 32 ayat 1 junto 48 ayat 1 UU ITE tentang pengubahan, menambah dan mengurangi suatu informasi atau dokumen elektronik, Buni Yani yang didampingi sejumlah pencara mengaku keberatan dan menolak, sebab dirinya mengaku tidak pernah diperiksa oleh penyidik.

“Saya tidak mengerti pasal 32 UU ITE, karena (saya) tidak pernah diperiksa oleh penyidik,” ujarnya di hadapan majelis hakim yang dipimpin hakim Ketua Saptono.

Beberapa kali Buni Yani mempertanyakan hal itu kepada majelis hakim dan kemudian majelis hakim memberi tahu jika dakwaan yang disampaikan oleh JPU merupakan dakwaan dalam bentuk alternatif. Kemudian, terdakwa bisa menanggapi hal tersebut.

“Penuntut umum mendakwa sesuai dakwaan berupa bentuk alternatif. Hak saudara didampingi penasehat hukum adalah untuk menanggapi itu. Kewajiban penuntut umum membuktikan dakwaannya. Penuntut umum akan menghadirkan saksi dan bukti yang lainnya. Sebab berdasarkan teori bisa saja (terdakwa) mengakui tapi bisa saja menolak dakwaan,” ujar Hakim Ketua, M Saptono kepada terdakwa.

Kuasa Hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengatakan dakwaan yang menyatakan jika Buni Yani mengubah, mengedit rekaman video tersebut adalah bohong dan tidak berdasar.

“Dakwaan JPU itu tidak berdasar dan bohong. Berdasarkan forensik Mabes Polri, video tersebut tidak pernah diutak atik. Kami akan sampaikan pada eksepsi” katanya. ***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: