22 September 2018
Home / Spesial Riau / Bonita muncul, pekerja sawit ceburkan diri ke kanal

Bonita muncul, pekerja sawit ceburkan diri ke kanal

Harimau di perkebunan sawit. (Kredit: istimewa)

Tembilahan (RiauNews.com) – Seorang pekerja di perkebunan sawit diteror oleh Bonita, harimau Sumatera yang sebelumnya telah menghabisi nyawa dua orang warga di Kabupaten Indragiri Hilir.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BBKSDA) Riau, Suharyono menjelaskan, kejadian yang cukup menakutkan ini terjadi pada Senin (2/4/2018), sekitar pukul 09.30 WIB saat korban yang bernama Iwan, sedang memanen sawit di lokasi.



“Saat mendodos atau memanen buah sawit, Iwan dikejutkan dengan kemunculan harimau yang diduga Bonita. Harimau yang telah memangsa dua manusia –termasuk karyawati PT Tabung Haji Indo Plantation (THIP) Jumiati– mendekat,” kata Suharyono.

Iwan yang ketakutan dengan kehadiran si belang ini langung berlari sekuat tenaga. Dia berlari ke perbatasan di hutan produksi PT SPA. Saat harimau semakin mendekat, Iwan berlari menuju kanal, galian parit yang cukup dalam di Blok 80/06 PT THIP. Dia pun langsung terjun ke dasar air.

Namun sang raja hutan tidak langsung pergi, malah menunggu kemunculan Iwan di tepi kanal. Peristiwa horor itu akhirnya berakhir saat dua tim rescue pencari Harimau Bonita datang ke lokasi.

“Begitu melihat banyak tim harimau tersebut pergi ke arah blok lagi,” ucapnya.

Setelah itu petugas pun mengevakusi Iwan dari dalam kanal.

Sebelumnya, dua warga di Pelanggiran, Inhil tewas diserang harimau bernama Bonita. Peristiwa pertama terjadi pada 3 Januari 2018 dengan korban Jumiati, karyawati PT THIP. Kemudian pada 10 Maret, kcuing besar itu kembali menyerang buruh bangunan bernama Yusri. Keduanya diterkam di bagian tengkuk.

Organisasi pencinta alam internasional WWF menyatakan, penyerangan harimau ke manusia di Inhil disebabkan hutan beralih fungsi menjadi perkebunan sawit oleh PT THIP, dan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Arara Abadi yang merupakan anak perusahaan Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP).

Petugas sudah beberapa kali menembak bius Bonita. Namun si raja hutan ini berhasil bangun dan kabur.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: