21 September 2018
Home / Hukum & Kriminal / Berzina, pak tua tewas ditangan istri dan anaknya

Berzina, pak tua tewas ditangan istri dan anaknya

(ilustrasi)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Di ujung usianya yang sudah mencapai 62 tahun, bukannya mendekatkan diri kepada Yang Maha Pencipta, Amrin (62), malah berselingkuh dengan wanita yang bukan istrinya.

Mirisnya, kelakuan Amrin yang tak pantas ditiru tersebut berujung maut, karena dia tewas dikeroyok istri dan lima anak laki-lakinya, setelah tertangkap basah bermesraan tanpa busana dengan selingkuhannya di Jalan Kubang Raya, Kelurahan Tuah Madani, Kecamatan Tampan, Sabtu (13/01/18) pukul 00.30 WIB dini hari WIB.



Peristiwa pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia ini dibenarkan oleh Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto.

“Korban tewas setelah mengalami penganiayaan, diikat, disekap dan dipukuli. Pelakunya ada 6 orang dan mereka berenam ini sudah kita amankan,” kata Kapolres saat mendatangi RS Bhayangkara Polda Riau untuk melihat jasad korban, dan dilansir Riau Terkini.

Ironisnya, lanjut Susanto, kejadian penganiayaan tersebut juga direkam. Begitu kaki dan tangannya diikat, korban pun kemudian dipukuli sampai akhirnya meninggal dunia.

“Pelakunya adalah istri dan anaknya sendiri. Ada anak kandung dan juga anak tiri korban,” tambah Susanto.

Peristiwa itu sendiri terungkap setelah polisi menerima pengaduan dari masyarakat mengenai temuan mayat korban di TKP.

Setelah diselidiki dan ditelusuri, terbongkarlah bahwa korban tewas karena dianiaya oleh ke enam orang tersebut secara bersama-sama. Ke enam orang itu yakni SP (44), YD (19), ES (17), Al (20), AD (23) dan We (19).

“Saat kejadian, selingkuhan korban berinisial E juga ada di TKP melihat langsung korban dianiaya oleh mereka berenam. Korban dan selingkuhannya sama-sama tidak berbusana,” ucap Susanto.

Dari enam orang yang diamankan, masing-masingnya punya peran tersendiri. Ada yang menahan dan memegangi tangan korban, mencekik dan mengikat, memvideokan serta memukul korban.

Perkara ini sendiri kemudian diambil alih oleh pihak Polresta Pekanbaru setelah sebelumnya sempat ditangani Polsek Tampan. ***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: