21 September 2018
Home / Spesial Riau / Kota Pekanbaru / Bentrok taksi konvensional-online gara-gara spanduk?

Bentrok taksi konvensional-online gara-gara spanduk?

Spanduk larangan angkutan berbasis aplikasi beroperasi di Kota Pekanbaru yang dipasang di pagar kantor Dishub Pekanbaru. (Kredit Foto: Antara)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Puluhan spanduk yang mengatasnamakan Pemerintah Kota Pekanbaru, Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru dan Organda, disebut-sebut sebagai pemicu bentrok antara pengemudi taksi konvensional dengan angkutan berbasis aplikasi.

Spanduk tersebut bertuliskan “Angkutan Sewa Khusus Online – Grab Car, Uber, Go Car dll, dilarang beroperasi di wilayah Kota Pekanbaru” diketahui dipasang sejak Jumat (18/8/2017).

Terkait hal ini, Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengatakan bahwa dirinya tak mengetahui keberadaan spanduk tersebut.

“Saya pun tidak tahu. Apakah itu yang memasang dinas atau orang per orang,” ucap Firdaus.

Namun ketika diinformasikan bahwa spanduk tersebut resmi dipasang oleh Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, orang nomor satu di Pemko ini sedikit terkejut.

Dia sendiri mengaku bahwa Dinas Perhubungan Pekanbaru tidak pernah berkonsultasi terkait pemasangan spanduk tersebut.

“Saya kira (Dinas Perhubungan Pekanbaru) tidak ada konsultasi dengan saya,” ujarnya.

Firdaus juga menyatakan bahwa dirinya tidak melarang angkutan online beroperasi di Pekanbaru.

Dia mengatakan bahwa baik keberadaan angkutan reguler maupun online, sama-sama dibutuhkan dalam perkembangan Kota Pekanbaru.

“Dua-duanya kita butuh. Taksi resmi, ini adalah perusahaan anak bangsa yang telah berpartisipasi dalam membangun. Kemudian teknologi, kita hidup di era digital, untuk jadikan kita cerdas, smart, tentu bagaimana kita gunakan teknologi,” kata Firdaus, demikian Antara.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: