22 Januari 2018
Home / Spesial Riau / Siak / Akhir perjuangan keluarga Raja Siak untuk tinggal di lingkungan istana

Akhir perjuangan keluarga Raja Siak untuk tinggal di lingkungan istana

Istana Kerajaan Siak.

Siak (RiauNews.com) – Keturunan dari Raja Siak yang terakhir Syariefah Soud dan Syariefah Faizah (anak tiri Sultan Syarif Kasim II dari istri terakhirnya) kini tak ada lagi yang tinggal di lingkungan Istana Siak.

Setakat dengan keluarnya keputasan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan Pemerintah Daerah Kabupaten Siak, untuk menjadikan Istana Peraduan sebagai museum, mereka pun telah keluar dari lingkungan istana.

Dilansir oleh Antara, pertikaian atau perebutan Istana Peraduan berawal dari mediasi yang dilakukan pemerintah kabupaten Siak terhadap keluarga Sultan ditolak, dikarenakan pihak pewaris juga merasa punya hak yang sama. Sehingga tahun 2010 Pemda menempuh jalur hukum dengan menggugat Syariefah Soud dan Syariefah Faizah secara perdata untuk mendapat Istana Peraduan untuk dikelola sebagai cagar budaya sesuai Undang-undang nomor 5 tahun 1992.



Meskipun Pemda memenangi perundingan di PN Siak, pihak keluarga masih mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Riau, namun pada kasus yang sama Pemkab Siak kembali menang, yang memutuskan Istana Peraduan diserahkan pada Pemerintah setempat untuk dikelola sebagai cagar budaya yang masih satu kesatuan dengan Istana Siak.

Perjuangan mereka pun tidak berhenti di sana, pihak keluarga mengajukan kasasi pada Mahkamah Agung. Dua tahun kemudian, pada Juni 2014 MA menolak kasasi mereka dan menguatkan keputusan PN Siak dan PT Riau yang menyetujui Istana peraduan dikelola Pemda setempat, namun tetap harus membayar uang ganti rugi sejumlah Rp2,5 miliar.

Putusan MA disebutkan, bahwa komplek Istana Siak Sri Indrapura yang terdiri dari Asserayah Hasyimiah. Istana Perpaduan, Istana Limas, Istana Panjang dilengkapi kolam dan taman, dengan luas sekitar 20.030 meter persegi, berlokasi di di Jalan Sultan Syarif Kasim II, Desa Kampung Dalam Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau merupakan peninggalan bersejarah yang dikelola oleh pemerintah sebagai cagar budaya.

“Kami tentu akan mendukung pembangunan di Kabupaten Siak, apalagi Istana Siak adalah objek wisata di Siak,” kata Eriksrada, anak bungsu Syariefah Soud atau cucu dari istri terakhir SSK II.

Saat ditanyakan mengapa awalnya keluarga Sultan tetap bertahan dengan keputusannya yang bersikeras untuk mempertahankan Istana Peraduan, Eriksrada menyampaikan, mereka hanya ingin semuanya sesuai prosedur.

“Sekarang bagi kami tidak ada lagi menjadi masalah. Ibu juga tidak ingin ada permasalahan dengan Pemerintah Daerah Siak,” sebutnya lagi.

Terkait gerai oleh-oleh yang masih beroperasi di beranda samping kanan Istana Peraduan, dikatakan Erik, kakaknya akan memindahkannya dalam bulan November ini, sebab sudah ada surat dari Pemda.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: