19 November 2018
Home / Utama / ​Runtuhnya Kejayaan Golkar Dipilkada Gubernur Riau

​Runtuhnya Kejayaan Golkar Dipilkada Gubernur Riau

PEKANBARU (RiauNews.com)-Provinsi Riau sudah lama berstatus lumbung Golkar. Tiap kali Pilkada Gubernur Riau, partai berlambang pohon beringin ini selalu menempatkan ketuanya sebagai pemenang. Begitu juga dengan Pileg, partai Golkar Riau terlalu perkasa bagi partai lainnya. 
Namun di Pilkada Gubernur Riau yang baru saja berakhir, dari hitungan cepat quick count menyatakan Paslon Gubernur Riau nomor urut 1, Syamsuar-Edy Natar Nasution yang diusung PAN, PKS dan Nasdem unggul mengalahkan ketua DPD Partai Golkar Riau Arsyadjuliandi Rachman yang juga maju di Pilkada Gubernur Riau yang berpasangan dengan Bupati Kabupaten Rohil Suyatno.
Dua partai besar Golkar dan PDIP yang menjadi perahu ternyata tidak mampu mengantarkan ketua DPD Partai Golkar Riau Andi dan Suyatno ke singgasana kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau.
Bagi Golkar ini jelas kekalahan yang menyakitkan karena baru kali ini kalah di Pilkada Gubernur Riau. Namun PDIP mungkin tidak sekecewa Golkar, pasalnya PDIP sejak berlangsungnya sistim pemilihan langsung kepala daerah, Paslon Gubernur yang diusungnya tidak pernah menang dalam pertarungan. 
Kekalahan ini tentunya menjadi pelajaran yang berharga bagi Golkar untuk betul-betul memilih figur yang laku “dijual” ditengah rakyat bukan hanya mengejar ambisi peribadi atau hanya sekelompok elit Golkar Riau. 
Diketahui dari hasil survey sebelum Golkar memutuskan kader yang akan diusung di Pilkada Gubernur Riau, dua kader Golkar, HM Harris dan Syamsuar mengungguli Arsyadjuliandi Rachman namun hasil survey tersebut yang merupakan suara rakyat diabaikan oleh elit Golkar dan tetap mengusung Arsyad Juliandi Rachman.
Penulis: Edi Gustien Ketua Wartawan Parlemen Riau (WPR), DPRD Riau

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: