Home / Spesial Riau / Pelalawan / ​Pemkab Pelalawan Bentuk Tim Usut Kebobrokan di RSUD Pelalawan

​Pemkab Pelalawan Bentuk Tim Usut Kebobrokan di RSUD Pelalawan

Aksi demo Gabungan Organisasi Peduli Rakyat Pelalawan (GOPR-P) terkait buruknya pelayanan di RSUD Pelalawan di kantor Bupati Pelalawan. Istimewa.

PANGKALANKERINCI (RiauNews.com) – Sekdakab Pelalawan T Mukhlis berjanji akan membentuk tim  untul menindaklanjuti laporan buruknya manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pelalawan termasuk temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Kami selaku pemerintah tetap membuat tim gabungan menindaklanjuti persoalan di RSUD Selasih itu. Apalagi, persoalan ini bukan lagi masalah Ahmad Krinen (Dirut RSUD Pelalawan) melainkan masalah institusi dibawah Pemerintah Daerah  (Pemda) Pelalawan,”  kata Mukhlis saat menerima unjuk rasa massa yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Peduli Rakyat Pelalawan (GOPR-P),  Selasa (10/10/17) di kantor Bupati Pelalawan.



Mukhlis dalam menyambut aspirasi yang disampaikan aksi GORP mengaku, telah berkoordinasi dengan Bupati Pelalawan, HM  Harris, Wabup Drs H Zardeawan dan para Asisten tentang persoalan ditubuh Dirut RSUD Selasih Pelalawan.
“Setelah saya tahu informasi akan ada Demo hari ini tentang masalah pelayanan di RSUD Selasih. Saya langsung koordinasi dengan pak Bupati Pelalawan,” terangnya kepada aksi.

Selanjutnya, jawab Sekda untuk permintaan pencopotan Dirut RSUD harus melalui mekanisme dan aturan yang berlaku dan 8kebijakan Pimpinan (Bupati) dan atau Baperjakad.

“Masalah Dirut RSUD Dr Ahmad Krinen sebenarnya sudah ada catatan permasalahan ini” ujar Sekda

Menunjukkan keseriusannya,  Mukhlis,   turut menandatangani berita acara kesepakatan bersama dalam penyelesaian permasalahan RSUD Selasih Pelalawan, GOPR-P.

Menurut koordinator aksi Bowonaso alias Anas Laia dalam pernyataan sikap terkait pelayanan terhadap masyarakat di RSUD Kabupaten Pelalawan meminta Bupati Pelalawan, HM Harris agar mencopot Direktur RSUD Pelalawan Dr Ahmad Krinen karena pelayanan pasien lamban dari meja pendaftaran kepenindakan pasien memakan waktu 30 menit, bahkan sampai berjam-jam.

Adanya dugaan korupsi di RSUD Selasih tahun 2013 sampai dengan 2016.  Pengelolaan anggaran tidak transparan dan terbukti adanya temuan BPK terkait Klime BPJS tahun 2013/2014. Temuan SPJ 2015-2016 oleh BPK.

Sikap pelayanan tidak ramah kepada pasien, dokter poli bedah yang tidak stanby di tempat. Kondisi ruangan yang tidak bersih seperti toilet, kamar pasien dan air yang minim.

Tidak jelasnya Administrasi pembayaran biaya pengobatan di RSUD Selasih.  Dirut, Ahmad Krinen diyakini fokus dalam mendukung salah satu seorang Cagubri 2018, karena dia sering mengumbar informasi bahwa Dirut RSUD Selasih ini berada di tim ring-1 mendukung Cagubri 2018.*** (tien)

Baca Juga

Studi Jurnalistik WPR DPRD Riau ke DPR RI Berlangsung Sukes

Pekanbaru (RiauNews.com) – Studi Jurnalistik yang digelar Wartawan Parlemen Riau (WPR) DPRD Riau, pada 11-12 ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: