Home / Utama / ​Masyarakat Kesultanan Rantau Satangkai Gelar Mubes Pemekaran Kecamatan

​Masyarakat Kesultanan Rantau Satangkai Gelar Mubes Pemekaran Kecamatan

Panitia terpilih dari kiri Ketua Drs. Syafi’i, Wakil Ketua Amirullah, Pandu Wiranata, Kartono, Abd Musnil Amin, Lanai Syafitri dan Madi. (Kredit: Istimewa)

PEKANBARU (RiauNews.com)-Bertempat di aula MDI Kota Pekanbaru, Sabtu (14/4/2018) masyarakat yang berasal dari delapan desa di wilayah adat Kesultanan VIII Koto Satangkai, Kecamatan Kampar KIri, Kabupaten Kampar, menggelar Musyawarah Besar (Mubes), pembentukan panitia pemekaran wilayah otonom Kecamatan.

Hadir dalam mubes tersebut tokoh masyarakat, ninik mamak alim ulama serta tokoh pemuda dan mahasiswa se-Rantau Setingkai yang berasal dari VII Koto Satangkai, Desa Sei Sarik, Desa Baluong, Desa Sei Rambai, Desa Sei Raja, Desa Sei Harapan, Desa Tanjung Mas dan Desa Muaraselaya.

“Ya diikuti delapan desa. Alhamdulillah dapat terlaksana dengan sukses. Tugas kami mengantarkan sampai terbentuknya panitia pemekaran dengan satu tujuan yakni memekarkan wilayah adat kesultanan delapan Koto Satangkai menjadi sebuah Kecamatan yang sudah sangat diinginkan sejak tahun 2001 lalu.” terang Ketua panitia Mubes Kartono.

Didalam Mubes tersebut jelas Kartono dibentuk komisi-komisi seperti Komisi A merumuskan dan menetapkan nama dan tempat ibu kota Kecamatan. Komisi B merumuskan Panitia Besar Pemekaran VII Koto Satangkai. Komisi C merumuskan tugas panitia besar.

Komisi D merumuskan pembentukan LKA- delapam Koto (akan diagendakan secepatnya)

” Di Mubes secara musyawarah mufakat menetapkan Drs Syafi’i selaku ketua panitia pemekaran kesultanan Rantau Satangkai, Sekretaris kartono dan bendahara Madi,” terangnya.

Wakil sekretaris pemekaran Abd Musnil Amin mengatakan, pemekaran kecamatan ini merupakan panggilan hati nurani masyarakat, ” Masyarakat menginginkan daerah mereka lepas dari ketermaginalkan selama ini dari segala sektor, dan Kecamatan  akan kami perjuangkan dan wujud  bersama dengan keinginam masyarakat, dengan kendala apapun akan kita hadapi bersama,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Wakil ketua 1 Amirullah, di sela-sela acara Mubes ia mengatakan secepatnya akan menyusun agenda-agenda penting dalam rangka mewujudkan daerah otonom sebagai kecamatan baru di wilayah kesultanan delapan Koto Satangkai.

“Ini merupakan perjuangan panjang masyarakat delapan desa dan 8 koto satangkai untuk menjadi sebuah kecamatan. 2001 dan 2006 kita sudah mendapatkan rekomendasi bupati ketika itu. Hanya bermasalah pada rekomendasi Camat Kampar Kiri Hulu ketika itu. Walau kemudian didukung lagi, namun tidak berlanjut. Saat ini kita berharap bapak Bupati Kampar, Azis Zainal dan DPRD Kampar membantu mewujudkan mimpi masyarakat delapan Koto Setangkai ini,” imbuhnya.

Mubes tersebut juga dihadiri Sultan VIII koto Satangkai Dauklaksemano Mustafa.*** (Rls/Tien)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: