18 November 2018
Home / Hukum & Kriminal / ​Mahasiswa Minta Kajati Riau Batalkan Putusan PN Bangkinang Terkait Eksekusi Lahan PTPN V

​Mahasiswa Minta Kajati Riau Batalkan Putusan PN Bangkinang Terkait Eksekusi Lahan PTPN V

Aksi Mahasiswa asal Rohul di Kejati Riau, menuntut agar Kejati Riau membatalkan putusan PN Bangkinang terkait eksekusi lahan PTPNV. (Kredit: Tien/Riaunews.com)

PEKANBARU (RiauNews.com) -Puluhan masa mahasiswa asal Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang tergabung dalam Aliansi Jaringan Rakyat Umum (JARUM), mendesak Kejati Riau agar membatalkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang terkait eksekusi kebun PTPN V.

Masa beralasan dari 2.823,52 hektar yang diputuskan untuk dieksekusi, 2.300 hektar berlokasi di Kabupaten Rohul bukan Kabupaten Kampar.



Desakan itu disampaikan Koordinator Lapangan (Korlap) Jarum, Heppy Aritonang dalam orasinya di depan pintu gerbang Kejati Riau, Kamis (15/02/2018) siang.

“Kami Aliansi Jembatan Aspirasi Rakyat Umum (JARUM), meminta Kejati untuk mengusut adanya take over izin Menhut dari PT PSPI, menelusuri kepentingan PTSinar Mas Grup, dan menyesalkan putusan PN Bangkinang yang telah melukai hati rakyat Rohul karena mengambil putusan atas lahan di Rohul,” teriak Heppy.

Sekitar 15 menit berorasi, masa mahasiswa ini ditemui oleh staf Kejati Riau Bustanul Alim. Di depan mahasiswa Aliansi JARUM, Alim berjanji akan meneruskan aspirasi ini ke pimpinan.

“Baik, saya akan teruskan ke pimpinan. Terimakasih atas partisipasi teman teman,” ujarnya singkat didampingi sejumlah personil Kepolisian yang berjaga di pintu gerbang Kejati.

Sebelumnya, Aliansi Jarum menggelar aksi demo di Gedung Surya Dumai. Disana mereka mempertanyakan Surya Dumai Grup mengenai PT PSPI milik siapa. Selanjutnya take over HTI terhadap perkara PTPN V, PT PSPI dengan Yayasan Riau Madani, penanaman HTI oleh siapa, yang berhak melakukan eksekusi dan lahan yang diberikan untuk siapa.

Direktur Umum Surya Dumai Grup Heru Subagyo di depan Aliansi JARUM mengungkapkan, PT PSPI sudah dilepas antara tahun 2007-2008.

Mendengar informasi itu kemudian Aliansi JARUM bergerak ke Kejati. Heppy pun mendeadline Kejati agar aspirasimereka direspon paling lama dua minggu. Jika tidak, Heppy berjanji akan menurunkan massa lebih besar untuk menuntut hal serupa.*** (Tien)

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: