19 November 2018
Home / Olahraga / Bola / ​Kisah Miris SSB Kampar United, Ukir Prestasi Nasional Namun Terlantar di Jakarta

​Kisah Miris SSB Kampar United, Ukir Prestasi Nasional Namun Terlantar di Jakarta

Anggota DPR RI H Mafirion saat bertemu dengan SSB Kampar United di ruang fraksi PKB DPR RI. (Kredit: Istimewa)

JAKARTA (RiauNews.com)- Mereka adalah anak-anak dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Kampar United, Kabupaten Kampar Riau. Harusnya mereka bergembira disambut berbagai kemeriahan dan hadiah dengan ukuran usia mereka di daerah asalnya. Tapi, apa yang terjadi, dihadapan anggota DPR RI Fraksi PKB, H Mafirion, mereka menyampaikan kesedihan, mereka terlantar di Jakarta.

Mereka, 26 anak berusia 12 dan 14 tahun, baru saja menjadi tim terbaik dan juara pertama pada Turnamen Sepak Bola Anak Indonesia Tingkat Nasional.



Ada sembilan anak dari 26 anak tak punya biaya pulang ke Pekanbaru, karena mereka yatim dan miskin. Sisanya, bagi yang masih memiliki orang tua, mereka iuran untuk membelikan tiket pulang anak-anaknya ke Provinsi Riau.

Selain itu, anak-anak ini, juga tidak bisa keluar dari mess Pemprov Riau tempat menginap karena berhutang makan dan sewa mess.

Padahal, untuk makan selama di Jakarta, sejak 27 Maret 2018, mereka sudah berhemat dengan membawa lauk pauk dari kampung.

“Beginilah keadaan kita. Anak-anak kita dipaksa berfikir dan berperan melampaui usianya. Tapi, mereka masih gembira dan memberikan prestasi. Pemda terutama Dinas Pemuda dan Olahraga di beberapa daerah di Riau, tak pernah punya perhatian yg sungguh-sungguh terhadap anak-anak yang berprestasi di berbagai bidang dan mengharumkan nama daerah,” kata Mafirion.

Anggota DPR RI Dapil Riau ini mengatakan Pemda, dimana anak-anak ini dilahirkan membawa nama harum dengan memberikan prestasi, berperilaku zalim terhadap anak-anak tersebut.

“Kami hanya dijanjikan untuk dibantu. Tapi, tak pernah ada bantuan. Tapi, saya senang, anak-anak ini tetap gembira dengan segala penderitaannya. Mereka masih berprestasi. Mereka juara. Mereka petarung sesungguhnya,” Kata sang pelatih, Yendra Gandi

Aldo, sang Kapten mengatakan dirinya tidak bisa ikut ujian akhir, “Saya ujian akhir, tapi saya masih disini. Saya menyusul saja ujian, saya mau pulang bersama teman-teman, saya kelas 3 SMP,” katanya.

Mafirion mengatakan Aldo dan 25 anak usia 12 dan 14 tahun beserta orang tua mereka bagi anak-anak yg masih punya orang tua, sudah mengorbankan waktu dan biaya untuk nama baik daerah. Lalu, pemerintahnya mana? Dimana pemerintahnya?

Menurut sang Pelatih, YendrabTim mereka Kampar United, dengan keberhasilan di turnamen ini, ditunjuk mewakili Indonesia pada Kejuaran di Vietnam, 8 Agustus mendatang.

“Mereka akan kembali bertekad untuk ikut. Apapun perjuangan akan mereka lakukan. Saya, sebagai pencinta sepak bola, mendukung semangat Aldo dan kawan-kawan. Maju terus Sang Kapten. Semangat kalian akan menjadikan Indonesia lebih baik,” imbuh Mafirion. (Tien)

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: