20 Agustus 2018
Home / News / Politik / ​Di KPU, Suara Pendukung Paslon Gubernur Riau LE-Hardianto Kalahkan Suara Paslon Lainnya

​Di KPU, Suara Pendukung Paslon Gubernur Riau LE-Hardianto Kalahkan Suara Paslon Lainnya

Para pendukung Paslon LE-Hardianto, saat meluapkan kegembiraan setelah Paslon Gubernur Riau, LE-Hardianto mendapat nomor urut dua. (Kredit: Tien/Riaunews.com)

PEKANBARU (RiauNews.com)-Suara pendukung Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Riau Lukman Edi Hardianto (LE)-Hardianto menggema di Ballroom hotel Aryaduta. Yel-yel pemenangan, “Gubri…zaman now!!!LE-Hardianto.. menang!!!, Riau..
bangkit!!!, terdengar lantang dan mengalahkan suara pendukung Paslon lain yang hadir dalam penentuan nomor urut Paslon Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau, yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Riau, Selasa (13/2/2018).

Dikomandoi oleh mantan ketua DPD Gerindra Riau, Marwan Yohanis, sekitar 50 puluhan pendukung Paslon LE-Hardianto yang berasal dari partai pendukung PKB dan Gerindra, terlihat kompak menyuarakan yel-yel pemenangan d dalam ruangan yang terbatas itu.



Marwan dengan berbekal megaphone terlihat semangat mengkomandoi yel-yel tersebut.

Puncaknya saat penentuan nomor urut Paslon Gubernur Riau, LE-Hardianto mendapatkan nomor urut 2, sontak para pendukung bersorak gembira sambil mengangkat tinggi-tinggi poster bergambar Paslon LE-Hardianto bertuliskan angka nomor dua, sembari menyebut yel-yel pemenangan.

Usai itu suasana kembali tenang sesaat KPU Provinsi Riau, membacakan SK, namun ketua KPU Riau, Nurhamid menyampaikan permintaan Bawaslu Provinsi Riau, agar suporter Paslon yang memegang megaphone dan poster, keluar dari ruangan. Meskipun KPU tidak menyebut suporter Paslon Gubernur Riau yang mana, namun arahnya sudah jelas kepada suporter Paslon nomor urut dua LE-Hardianto.

Namun KPU Provinsi Riau tidak ngotot mengikuti himbauan Bawaslu tersebut, dan melanjutkan pembacaan SK KPU terkait pencabutan nomor urut.

Namun disaat acara berlangsung terlihat salah seorang dari Bawaslu mendekati Marwan Yohanis tak terdengar apa yang dibicarakan mereka. Namun terlihat mereka terlibat perdebatan singkat lalu tak lama kemudian petugas tersebut pergi meninggalkan Marwan bersama megaphonenya.

” Saya diminta keluar dari ruangan oleh petugas Bawaslu, saya katakan apakah ada larangan membawa megaphone dan poster diacara tersebut, nyatanya memang tidak ada, jadi Bawaslu tidak berhak menyuruh saya keluar ruangan,” kata Marwan yang juga anggota DPRD Riau ini usai acara di Posko koalisi pemenangan LE-Hardianto. Tien

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: