21 November 2018
Home / Spesial Riau / Kota Pekanbaru / ​Cegah Banjir Karang Taruna Rejosari Turunkan Alat Berat

​Cegah Banjir Karang Taruna Rejosari Turunkan Alat Berat

Ketua Karang Taruna Kelurahan Rejosari Widde Munadir Rosa di lokasi penggalian parit. Istimewa

PEKANBARU (RiauNews.com) Permasalahan banjir setiap memasuki musim penghujan di RT 05 RW 11 Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Jalan Bambu Kuning sudah menjadi momok menakutkan bagi 50 yang bermukim di wilayah tersebut.

Persoalan ini sudah puluhan tahun mereka rasakan. Menurut ketua RT 05 RW 11 Kelurahan Bambu Kuning Yuharniati apabila curah hujan tinggi di Kota Pekanbaru, areal pemukiman dan akses Jalan Perkasa V selalu banjir.



“Salah satu penyebab banjir disebabkan pembuangan air tidak lancar dan parit yang ada tidak memadai menampung volume air yang cukup besar,” terangnya, Kamis (12/4/18)

Dirinya telah meminta bantuan setiap kali ada Musrembang di kelurahan selalu meminta agar akses jalan dan parit di pemukiman warga dapat menjadi prioritas pembangunan karena sudah tidak pantas di tengah kota masih ada akses jalan yang belum diaspal sementara gang gang di kota pekanbaru hampir semuanya sudah di semenisasi bahkan di aspal oleh pemerintah kota pekanbaru.

“Kami sangat beruntung memiliki pemuda pemuda tangguh di kelurahan ini yang tergabung dalam Organisasi Karang Taruna Rejosari yang di ketuai Widde Munadir Rosa. Perlahan namun pasti, permasalahan air tergenang di kampung ini berkat karang taruna akhirnya teratasi meski belum 100 persen. Ini merupakan andil karang taruna bekerjasama dengan pengusaha muda William Adersen Napitupulu, SE yang juga merupakan pengurus partai dari Hanura untuk mendatangkan alat berat membuat parit yang jaraknya hampir 400 meter tanpa sepeser pun uangpun dari warga,” jelasnya.

Baca: Pintu PLTA dibuka, banjir di Pangkalan berangsur surut

Berkat galian parit menggunakan alat berat tersebut, warga sangat berterima kasih karena pada saat alat berat bekerja, masih ada genangan air di jalan setinggi semata kali, “Namun setelah selesai penggalian parit Alahamdulilah air yang tadinya di jalan sudah tidak tampak lagi hanya meninggalkan bekas becek aja,” tutur Iwan Ketua pemuda RT 05.

Sementara Ketua Karang Taruna Kelurahan Rejosari Widde Munadir Rosa, mengatakan permasalahan banjir di kota pekanbaru terutama di wilayah Kecamatan Tenayan Raya, yang terjadi saat ini disebabkan kurangnya sumur-sumur resapan, tidak lancarnya air karena kecilnya ukuran parit sehingga tidak mampu menampung jumlah air yang ada sehingga menyebabkan banjir.

Menyikapi hal itu terang komisioner KPID Provinsi Riau ini, Karang Taruna membuat parit yang cukup panjang menuju sungai Sail, dan sumur resapan berupa kolam ikan dan kolam pancing yang akan digunakan kelompok tani pemuda madani berkarya Pekanbaru untuk melakukan usaha budidaya ikan dan pertanian, peternakan dan wisata alam yang bertujuan bisa memenuhi kebutuhan komsumsi ikan dan wisata bagi masyarakat kota pekanbaru di areal 1000 meter.

Baca: Korban banjir di Pekanbaru mulai dijangkiti penyakit

“Karang Taruna sangat berterimakasih kepada donatur, RT, RW, Lurah Bambu Kuning, Abdullah dan Camat Tenayan, Raya Abdurrahman pengusaha muda William Adersen Napitupulu, SE yang juga merupakan pengurus partai dari Hanura yang rela berkorban memberi bantuan alat berat dengan sewa yang bisa diminimalisir, akhirnya parit warga dan kolam ikan karang Taruna Dapat terwujut,” ujar Wide.

Sementara William Adersen Napitupulu, SE berpendapat semangat pemuda pemuda di wilayah tersebut terutama karang taruna sungguh luar biasa, mereka bahkan rela mengerok uang pribadi demi kepentingan masyarakat banyak. Untuk itu dirinya siap memberikan sumbangan moral dan moril kepada masyarakat demi kepentingan bersama untuk mensejahterakan rakyat. ***(Rls/tien)

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: