18 Oktober 2018
Home / Spesial Riau / Siak / PT RAPP Diduga Sudah Enam Tahun Serobot Lahan Warga

PT RAPP Diduga Sudah Enam Tahun Serobot Lahan Warga

Warga yang tanahnya diduga diserobot PT RAPP

SUNGAIAPIT (RiauNews.com)-Lahan masyarakat di Desa Tanjung Padang dan Desa Lukit sudah enam tahun diduga dikuasai oleh PT RAPP. Namun hingga kini belum terlihat ada niat baik dari perusahaan milik April Group tersebut untuk mengganti rugi lahan tersebut.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh masyarakat untuk mendapatkan haknya, namun perusahaan yang bergerak dibidang pulp and paper tersebut seolah-olah tidak perduli.

“Kami sudah lelah memohon bantuan pada instansi baik kabupaten, provinsi bahkan pemerintah pusat untuk menyelesaikan masalah Sengketa lahan ini.” Ungkap Guan alias Camat

Namun Guan menegaskan masyarakat tidak akan pernah menyerah dan putus asa untuk terus berusaha agar lahan tersebut kembali kepada masyarakat.” Kami adalah pemilik lahan yang sah, kami memiliki surat dasar. Kami minta PT RAP segera ganti rugi lahan kami. Itu milik kami, jerih payah kami jauh sebelum perusahaan PT RAPP datang kedesa kami,” ujarnya.

Dijelaskannya sebelum perusahaan milik Sukamto Tanoto ini mencaplok lahan, kehidupan masyarakat nyaman, tentram dan damai, karena para warga kami punya kesibukan masing – masing dikebun sagu dan karet milik yang kini dikuasai oleh PT RAPP.

” Kampung kami bisa maju seperti kampung lainnya. Sekarang ini hak kami dirampas oleh perusahaan PT RAPP perusahan yang super power itu tanpa ada ganti rugi. Lahan kami sah memiliki surat dasar ( SKT ) dari Kepala Desa
Tanjung Padang dan Kepala Desa lukit. Kalau dulu masih Kabupaten Bengkalis Sebelum pemekaran sekarang jadi Kabupaten Meranti,” ujarnya

Oleh sebab itu lanjut Guan, masyarakat akan menyurati Presiden Joko Widodo untuk meminta keadilan

Dengan begitu Guan berharap agar Presiden Jokowi dapat mendengarkan jeritan hati rakyatnya yang berada di pinggiran, yang tidak mampu membeli beras dan hanya mampu makan sagu.

“Sudah enam tahun kami menanti keadilan dan kemerdekaan. Bagi kami masyarakat yang tak tahu politik dan hukum, tolong perhatikan nasib kami,” ujar Guan sambil meneteskan air mata.

“Banyak kawan saya yang sampai jahit mulut , dan dipenjarakan bahkan sampai ada yang bakar diri, hanya karena mereka minta lahan milik mereka dikembalikan atau di ganti rugi oleh pihak PT RAPP. Kami masyarakat kecil sangat berharap pada pak Jokowi untuk dapat membantu kami agar hukum jangan runcing ke bawah tumpul ke atas karena saya yakin di kepemimpinan bapak Jokowi masalah ini dapat selesai ,” kata Guan penuh harap. (tien)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: