21 November 2018
Home / Spesial Riau / Rokan Hilir / Dua dari tujuh WNA yang ditangkap terbukti overstay

Dua dari tujuh WNA yang ditangkap terbukti overstay

Kartu pengungsi dari UNHCR.

Bagansiapiapi (RiauNews.com) – Terkait penangkapan terhadap tujuh orang warga negara asing (WNA) di Gang Makmur, Kepenghuluan Parit Aman, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, pada Sabtu (17/3/2018) kemarin, pihak Imigrasi mengaku akan hati-hati menanganinya.

Sebab, penjelasan dari Kepala Imigrasi Kelas II Bagansiapiapi Junaidi, menyebutkan bahwa pada umumnya jalur kedatangan mereka sudah benar.



“Sebagian WNA itu ada yang punya paspor dan masih berlaku izin tinggalnya. Jadi perlu kehati-hatian untuk menangani, karena jalur kedatangan mereka sudah benar di Indonesia bahkan ada yang memiliki kartu UNHCR,” tuturnya.

Adapun WNA yang memegang kartu dengan status sebagai pengungsi dari UNHCR adalah Kabir Ahmed Bin Jamil Ahmed asal Myanmar. Kabir bahkan nekat membawa istri dan anak untuk pergi ke Malaysia guna mencari penghidupan yang layak.

Selain itu, Manase asal Sri Lanka memiliki paspor yang masih berlaku, datang pada 14 Maret 2018 masuk dengan bebas visa kunjungan wisata. Begitu juga Sheikh Hassan dan Alam yang tercatat datang 9 Maret 2018. Namun Rahman alias Md Kholilur sudah overstay sejak 6 November 2017, begitu juga Kumar sudah overstay sekitar dua bulan.

“Jelas untuk dua WNA ini terjadi pelanggaran keimigrasian karena overstay, namun ini masih kami dalami,” kata Junaidi.

Pihaknya menaksir berdasarkan serangkaian pemeriksaan, para WNA itu mau menyeberang ke Malaysia guna mengadu nasib. Akses perairan yang mudah lewat Bagansiapiapi atau Sinaboi, Kabupaten Rohil ke negeri jiran memungkinkan untuk itu.

Terhadap pelanggaran keimigrasian terangnya berpotensi dikenai sanksi deportasi dan penangkalan. Sementara bagi yang memegang kartu UNCHR pihaknya berkomunikasi lebih lanjut dengan pihak terkait. *** (Antara)

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: