21 November 2018
Home / Spesial Riau / Miras oplosan banyak makan korban, orang tua di Riau diminta lebih awasi anak

Miras oplosan banyak makan korban, orang tua di Riau diminta lebih awasi anak

Korban minuman keras oplosan yang meninggal di rumah sakit. (Kredit: Tribunnews)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Banyaknya korban yang berjatuhan akibat mengkonsumsi minuman keras (miras) oplosan beberapa waktu belakangan, membuat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Riau menggencarkan sosialisasi kepada orang tua tentang bahaya miras oplosan ini.

“Miras oplosan dicampur dari minuman beralkohol berbagai merek dengan suplemen energi, bahkan spiritus, merupakan bahan berbahaya, jika diminum bisa mengakibatkan meninggal dunia,” kata Kabid Perempuan DP3A Provinsi Riau, Devi Rusanti di Pekanbaru, Kamis (12/4/2018).



Menurut Devi, remaja biasanya berani mencoba-coba untuk menenggak miras oplosan antara lain lebih karena terpengaruh teman-temannya dan bisa juga karena dampak negatif internet.

“Remaja cenderung berperilaku ingin mencoba merasakan sensasi yang dianjurkan teman-temannya, dan karena penasaran merekapun nekat untuk meminumnya,” tambah Devi.

Baca: Pemkab Bandung tetapkan KLB atas tragedi miras oplosan yang renggut 33 nyawa

Di sini peran orang tua perlu lebih meningkatkan kualitas pengawasan terhadap anak-anaknya, sebab para remaja karena keterbatasan berpikir dan salah peragulan maka mereka bisa, tambahnya.

“Pemilik supermarket juga perlu diimbau untuk tidak memberikan atau menjual miras pada anak-anak dibawah usia 18 tahun, agar pemakaiannya tidak disalahgunakan,” katanya.

Selain itu, katanya, DP3A Riau bekerja sama dengan Lembaga Forkompida, Lembaga PUSPA dan melibatkan tokoh agama, untuk terus mengintensifkan sosialisasi tentang bahaya miras oplosan yang satu paket dengan sosialisasi tentang bahaya narkoba itu ke sekolah-sekolah di daerah ini.

Saat ini di Provinsi Jawa Barat, dikutip dari Tribunnews, jumlah nyawa yang melayang akibat menenggak miras oplosan mencapai 45 orang dari 141 orang yang dilarikan ke rumah sakit.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: