Home / Spesial Riau / Mati listrik di Gedung Daerah, Arcandra Tahar baru percaya Riau krisis listrik

Mati listrik di Gedung Daerah, Arcandra Tahar baru percaya Riau krisis listrik

Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar, didampingi Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman saat berkunjung ke kantor PT PLN WRKR, Pekanbaru. (Kredit Foto: Humas)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Arcandra Tahar mendapat “kejutan” dari PT PLN (Persero) saat berkunjung ke Riau, yakni pemadaman listrik. Pria asal Sumatera Barat yang pernah menjadi menteri ini sebelumnya tak percaya bahwa Provinsi Riau yang kaya energi, bisa mengalami krisis listrik.

Wamen ESDM ini menyatakan, yang diketahuinya justru persoalan krisis listrik dan desa belum dialiri listrik itu sebagian besar kebanyakan di Indonesia bagian timur. Tapi yang terjadi, saat memberikan sosialisasi implementasi participating interest 10 persen sekaligus buka bersama di Gedung Daerah, tiba-tiba mendadak listrik mati. Seketika suasana yang dihadiri Gubernur Riau Arsyadjuliandi ini pun sempat riuh.

“Waah, lampunya pakai acara mati pula ya,” kata Wamen ESDM, Rabu (14/6/17).

Beruntung, kondisi ini tak berlangsung lama, sebab panitia sudah menyiapkan mesin gengset.

Arcandra Tahar kaget masih seringnya terjadi pemadaman listrik di Riau, meski daerah ini dikenal kaya akan energi. Jika alasan beban tak cukup, sangat ironis, karena dua pembangkit yang ada di Riau saat ini sudah sangat cukup menyuplai daya seluruh daerah di Riau.

“Soal pemadaman, ini Riau daerah kaya energi, tapi kok listriknya sering padam. Saya juga bertanya soal itu. Apakah disebabkan beban tak cukup,” kata Wamen yang juga meninjau Kantor PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) di Jalan Tuanku Tambusai.

Menurut Wamen, masih terjadinya pemadaman listrik di daerah kaya energi ini memang harus dicarikan solusi. Apakah berkaitan dengan beban waktu puncak atau menyangkut dengan beban yang terpasang.

Namun hal itu sangat mungkin karena gangguan alam seperti hujan lebat atau petir. Hanya saja, menurut Wamen, persoalan ini sangat bisa diatasi selagi persoalan berkaitan dengan tekhnis.

Sementara, Direktur PLN Regional Sumatera Amir Rasyidin menyatakan kalau persoalan pembangkit di Riau suda tidak ada masalah. Hanya saja yang perlu diperkuat saat ini dari sisi tranmisi dan distribusi.

“Ganguan itu bisa berasal dari pembangkit, tranmisi dan distribusi daya. Kalau pembangkit sudah cukup, tinggal memperkuat tranmisi dan distribusinya saja lagi,” papar Amir.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: