18 Oktober 2018
Home / Spesial Riau / LAM Riau tak permasalahkan deklarasi #2019GantiPresiden

LAM Riau tak permasalahkan deklarasi #2019GantiPresiden

Gearakan #2019GantiPresiden marak di berbagai kota besar di Indonesia yang kini mendapat penolakan dari sejumlah ormas, seperti Pemuda Pancasila.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Datuk Syahril Abu Bakar, menilai aksi Deklarasi #2019GantiPresiden, yang digelar lusa, Ahad (26/8/2018) mendatang, tidak melanggar undang-undang.

Menurutnya, kegiatan tersebut bagian dari aspirasi masyarakat yang sama-sama harus dihargai oleh pihak mana pun. Namun Datuk Syaril berharap, kegiatan tersebut hendaknya dilakukan sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku, tanpa ada hujatan ataupun sikap yang dapat memecah rasa persatuan.

“Kegiatan ini sudah kita kaji, dan tak satu pun melanggar undang-undang. Tapi, sampaikan aspirasi dengan sopan dan santun,” katanya saat ditemui di Gedung LAM Riau, Jalan Diponegoro, Jumat (24/8/2018).

Dewan Pimpinan Harian LAM Riau Datuk Syaril Abu Bakar.

 

Datuk Syaril menambahkan, penting menyampaikan aspirasi secara sopan, karena demi menjunjung nilai-nilai adat istiadat keramahan yang ada di Bumi Lancang Kuning ini.

“Karena itu, jika sampai ada pernyataan menghujat Joko Widodo selaku Presiden RI, juga sama saja menjatuhkan harkat martabat Indonesia. Karena tidak bisa dipungkiri, Jokowi sebagai orang yang berkuasa di Indonesia saat ini merupakan simbol negara,” tuturnya.

Meski begitu, terkait adanya pro kontra terkait rencana aksi deklarasi #2019GantiPresiden tersebut, merupakan hal biasa. Namun, jangan sampai terjadi perpecahan. Semuanya harus bisa menahan diri. Jangan sampai terjebak dengan kondisi politik terkini ke dalam perpecahan.

Sebagaimana diketahui, acara deklarasi ini akan digelar di Tuguh Pahlawan, Jalan Diponegoro, Pekanbaru. Berbagai elemen masyarakat sudah memberikan dukungan atas aksi tersebut, meski ada juga yang kontra. Bahkan Pemuda Pancasila mengancam akan memblokir Bandara Sultan Syarif Kasim II jika polisi memberikan izin penyelenggaraan acara tersebut.***

Sumber: Media Center Riau

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: