Home / Spesial Riau / Kusnadi sambangi KPK disayangkan Rektor UIN Suska

Kusnadi sambangi KPK disayangkan Rektor UIN Suska

Rektor UIN Suska Riau Prof Akhmad Mujahidin (kanan) bersama Menteri Agama Lukam Hakim Saifuddin.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Prof Akhmad Mujahidin menyayangkan sikap mantan Wakil Rektor II, DR Kusnadi yang pergi keluar kota dan menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tanpa izin pimpinan.

“Sebagai ASN seharusnya tahu rambu-rambu, kan beliau itu ASN. Harusnya kalau keluar kota memberitahu atasannya,” kata Akhmad Mujahidin sebagaimana dilansir CAKAPLAH.com, Kamis (21/3/2019).

Hal itu menurutnya sesuai dengan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil PNS.

Baca: Diberhentikan sebagai Wakil Rektor II Kusnadi datangi KPK, ada apa?

“Mestinya kalau keluar kota harus tahu rektor dan dekannya, apalagi beliau (Kusnadi) menyambangi lembaga-lembaga yang berkaitan dengan hukum,” tegasnya.

Jika kedatangan Kusnadi ke KPK ada masalah, Akhmad Mujahidin menyampaikan hendaknya masalah tersebut dibicarakan terlebih dahulu dengan internal UIN Suska Riau.

“Kalau ada masalah kan bisa dibicarakan di internal dulu dan diklarifikasi. Karena kita orang hidup ada aturan dan ada data. Kita punya Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, punya atasan di dalam kampus,” ujarnya.

“Mestinya ASN taat aturan. Kalau ada persoalan internal kampus mari kita selesaikan. Jangan malah menimbulkan fitnah, itu saja kalau saya. Kalau itu fitnah kan bisa membahayakan diri sendiri,” tambahnya menegaskan.

Baca: Safari dakwah TGB di UIN Suska Riau sepi peminat

Apakah UIN akan memberi teguran dan sanksi, Akhmad Mujahidin menyatakan kalau memang ada datanya membuktikan Kusnadi keluar kota tanpa izin akan diproses.

“Saya kan pejabat negara, tentu kalau datanya ada nanti kita proses sesuai aturan yang berlaku. Karena data itu menjadi pegangan seorang pimpinan. Seperti minggu lalu ada pemberhentian beliau (Kusnadi), itu kan ada data dan kasusnya, kan tak mungkin tiba-tiba kita berhentikan tanpa ada dasar,” cakapnya.

“Intinya sekarang kita tenang saja. Karena hidup ini banyak masalah, maka langkah yang paling bijak adalah jadilah bagian dari pemecah masalah itu sendiri, dan jangan menjadi bagian dari masalah itu,” tukasnya.

Baca: Presiden Jokowi disarankan pecat Lukman Hakim sebagai Menteri Agama

Diberitakan sebelumnya DR Kusnadi diam-diam menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Kedatangannya ke gedung antiraswah itu diduga kuat melaporkan soal kasus pemberhentiannya sebagai Wakil Rektor II oleh Rektor UIN Suska Riau, Prof Akhmad Mujahidin belum lama ini.***

Komentar
%d blogger menyukai ini: