12 Desember 2018
Home / Spesial Riau / Kuantan Singingi / Supir dan kernet PO Putra Simas positif gunakan narkoba saat bawa bus

Supir dan kernet PO Putra Simas positif gunakan narkoba saat bawa bus

Bus Putra Simas. (Kredit: joe_panjaitan/instagram)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau bekerja sama dengan Polres Kuantan Singingi berhasil mengamankan tiga orang awak bus yang positif menggunakan narkoba saat mengoperasikan bus yang mereka bawa.

Ketiganya adalah dua orang supir, yakni supir utama dan cadangan serta seorang kernet PO Putra Simas asal Medan tujuan Bengkulu yang melintasi Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau ditemukan positif narkoba.



Kepala Polres Kuansing, AKBP Fibri Karpiananto di Pekanbaru, Kamis (7/6/2018), menjelaskan kedua sopir dan seorang kernet tersebut terjaring razia pemeriksaan urin yang digelar pihaknya bersama dengan BNN serta pemerintah setempat.

Razia dilakukan di Simpang Tugu Carano, yang merupakan salah satu jalur utama arus mudik antar provinsi di Pulau Sumatera.

“Sejatinya, pemeriksaan dilakukan pada seluruh bus yang melintasi kawasan tersebut. Namun, dari sejumlah bus yang diperiksa, mayoritas sopir dan kernet dalam kondisi negatif menyalahgunakan narkoba,” kata Fibri.

Hingga akhirnya, petugas gabungan menghentikan laju sebuah bus PO Putra Simas yang berisi 35 orang penumpang dari Medan, Sumatera Utara menuju Bengkulu.

“Setelah dicek urin ternyata sopir I dan II serta kernet positif menggunakan narkoba jenis ganja dan sabu,” tuturnya.

Tentu saja temuan itu mengagetkan seisi penumpang bus. Namun, dia mengatakan situasi kondusif karena pihaknya telah meminta kepada agen bus yang berada di Kota Pekanbaru segera mengganti sopir pengganti untuk melanjutkan perjalannya.

“Kami sudah menghubungi perusahaan penyedia jasa bus tersebut untuk segera mengganti sopir sebelum melanjutkan perjalanan,” kata Fibri.

Sementara itu, kata dia, ketiga pengedara bus tersebut langsung dibawa oleh petugas BNN untuk dilakukan pemeriksaan intensif.

Hasil pemeriksaan sementara, Fibri menuturkan sopir bus tersebut mengakui telah menyalagunakan sabu-sabu dan ganja saat masih berada di Medan.

Terkait temuan itu, Fibri menegaskan pihaknya akan lebih giat dalam melakukan pemeriksaan bersama instansi terkait guna mencegah kejadian serupa. Dirinya mengimbau kepada seluruh pengendara angkutan umum agar menghindari penggunaan obat terlarang, karena berpotensi mengancam keselamatan jiwa penumpang. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: