Home / Spesial Riau / Kota Pekanbaru / Yurnita Elok, Anggota DPRD Pekanbaru halangi pengerjaan tower PLN

Yurnita Elok, Anggota DPRD Pekanbaru halangi pengerjaan tower PLN

Pekerja sedang membangun tower listrik.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Sikap yang kurang terpuji diperlihatkan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Darah (DPRD) Kota Pekanbaru, Yurnita Elok. Bukannya mendukung pembangunan kelistrikan di daerah tersebut, wakil rakyat tersebut malah menghalang-halangi pengerjaan tapak tower transmisi PLN yang berada di Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Rabu (27/9/2017).

Manajer Unit Pelaksana Konstruksi Jaringan Sumatera II PT PLN (Persero), Rachmat Basuki, menyebut Yurnita Elok datang bersama duaorang anggota keluarganya dengan mengaku lahan tersebut adalah miliknya.



“Padahal lahan tersebut sudah diganti rugi dengan cara konsinyasi melalui putusan pengadilan,” sebut Rachmat.

Dijelaskannya, pihaknya tak mungkin melakukan pengerjaan jika status lahan belum jelas. Sesuai putusan pengadilan No 09/Pdt.P/2016/PN.PBR tanggal 20 Maret 2017, tanah milik H Emdar berukuran 16 x 16 meter tersebut sudah diputuskan untuk diganti rugi konsinyasi. Marsudin Nainggolan SH yang bertindak sebagai hakim yang memutuskan perkara tersebut dengan panitera pengganti Yarnis.

“Atas putusan itulah kita mulai pengerjaan saat ini. Tapi sekarang ada pula yang mengklaim,” keluh Rachmat.

Seperti diwartakan Antara, pihaknya, lanjut Rachmat, sudah transparan dalam proses pembebasan lahan untuk pembangunan transmisi listrik itu. Pada tanah yang diklaim tersebut, lanjutnya, sudah dipasang spanduk pemberitahuan terkait ganti rugi untuk pembangunan transmisi.

“Lantas kenapa baru sekarang dia klaim?,” kata Rachmat heran.

Ia menyatakan pihaknya tidak akan mentolerir upaya penghadangan ini karena PLN sedang melaksanakan proyek percepatan tol listrik Sumatera di Riau. “Tidak mungkin PLN mengganti rugi lagi di objek tanah yang sama,” katanya.

Hingga kini belum ada pernyataan dari Yurnita Elok terkait masalah penghadangan itu. Yurnita tidak merespons ketika dihubungi melalui telepon maupun pesan singkat wartawan ke gawainya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: