22 September 2018
Home / Spesial Riau / Kota Pekanbaru / Tes psikologi akan diterapan bagi pembuat SIM

Tes psikologi akan diterapan bagi pembuat SIM

Layanan uji psikologi saat membuat SIM di Polda Metrojaya, Jakarta. (Kredit: Kompas)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Guna menekan angka kecelakaan lalu-lintas, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kota Pekanbaru akan menerapkan tes psikologi bagi setiap masyarakat yang mau membuat Surat Izin Mengemudi (SIM).

Tes ini akan diterapkan pada semua golongan, baik yang membuat baru, perpanjangan, ataupun yang akan naik level.

“Psikologi sangat mempengaruhi tindakan seseorang dalam berkendara, karena itu kita berharap dengan adanya tes psikologi bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas,” kata Kepala Polresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto melalui Kepala Satlantas, Kompol Rinaldo Aser, Jumat (22/6/2018).



Lebih lanjut dia mengatakan bahwa sejatinya salah satu persyaratan penerbitan SIM adalah kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani atau kejiwaan. Ini sesuai amanah dari pasal 81 ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kemudian, lanjutnya juga sebagaimana yang dituangkan dalam pasal 36 Peraturan Kepala Kepolisian RI Nomor 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

“Aturan itu menyebutkan bahwa salah satu persyaratan penerbitan SIM adalah kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani, untuk pemeriksaan kesehatan rohani dilakukan dengan materi tes yang akan menilai beberapa aspek antara lain kemampuan konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan penyesuaian diri, stabilitas emosi dan ketahanan kerja,” ujarnya sebagaimana diwartakan laman Antara.

Untuk teknisnya, kata dia, psikolog yang akan melakukan tes nantinya dari Polda Riau yang merupakan bagian pembinaan dan pengawasan. Meski begitu, sebelum tes psikologi ini diterapkan oleh Satlantas Polresta Pekanbaru, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi.

Tes psikologi ini nantinya akan ada uji kemampuan penyesuaian diri hingga kemampuan konsentrasi calon pengendara.

“Oleh karena itu meskipun pemohon SIM sudah berusia 17 tahun namun belum tentu bisa mendapatkan SIM,” imbuhnya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: