19 Agustus 2018
Home / Spesial Riau / Kota Pekanbaru / Prognas Sertifikat Tanah di Pekanbaru baru capai 500 persil

Prognas Sertifikat Tanah di Pekanbaru baru capai 500 persil

Rapar Kordinasi Pertanahan terkait Program Nasional Sertifikat di kantor Walikota, Rabu (06/09/2017)

 

Pekanbaru (RiauNews.com). Dari 35.000 Program Nasional (Prognas) sertifikat tanah yang diperuntukkan kepada warga kota Pekanbaru, hingga saat ini baru 500 persil saja yang diserahkan kepada pemilik.

“Melalui program  nasional ini ada jatah pembuatan sertifikat tanah untuk 35.000 ribu lahan. Sampai saat ini baru 500 diantaranya yang sudah diserahkan kepada pemilik lahan. Untuk itu, Kita akan membantu menuntaskan ini hingga Desember nanti, ini program yang bagus dan patut didukung,” ujar Walikota Pekanbaru Firdaus MT, ditemui usai rapat kordinasi sertifikat lahan pertanahan, di kantor Walikota, Rabu (6/9/2017).

Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Kanwil BPN Riau, camat dan lurah serta RT/RW se kota Pekanbaru. Sementara hal- hal yang dibahas diantaranya tentang hak atas kejelasan kepemilikan tanah masyarakat yang ada di Kota Pekanbaru;

“Diharapkan tanah di Pekanbaru dapat tertata dengan baik, terutama terkait surat menyurat atau sertifikat. Bila kondisi tersebut terus membaik, tentu akan berdampak positif bagi kepentingan pembangunan menuju smart city,” ungkap FIrdaus

Hal lain, imbuh Firdaus, disamping tertib administrasi tanah, Masyarakat yang memiliki surat tanah akan diuntungkan karena sertifikat tanah bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

“Kita sangat mendukung program nasional ini, karena memang masih banyak tanah di Pekanbaru yang belum bersertifikat. Dengan sertifikat bisa meminimalkan sengketa tanah dan masyarakat juga tidak dirugikan,” kata Firdaus.

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Riau Lukman Hakim mengatakan saat ini keberadaan tanah adalah hal yang vital dalam membangun suatu wilayah. “Oleh sebab itu apapun permasalahan lahan dan tanah harus dibahas. Sehingga hak atas tanah lebih jelas secara rinci,” ungkap Lukman.

Ditambahkan Lukman, untuk kota Pekanbaru, bidang tanah yang baru terdaftar hanya sekitar 40 persen saja. “Maka dari itu melalui program-program pendaftaran tanah harus kita percepat pendaftarannya. Hal ini kita lakukan agar hak atas tanah bisa tertata dengan jelas,” pungkas Lukman.

 

 

safrinayanti

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: