Home / Spesial Riau / Kota Pekanbaru / PLN tak bisa ganti rugi lahan yang bersengketa

PLN tak bisa ganti rugi lahan yang bersengketa

ilustrasi sengketa lahan

Pekanbaru (RiauNews.com) – Manajer Unit Pelaksana Konstruksi Jaringan Sumatera (UPKJS) II, PT PLN Persero Rachmat Basuki menyebutkan, pihaknya tidak bisa melakukan ganti rugi lahan yang menjadi tempat pembangunan tapak menara saluran tegangan tinggi tol listrik Sumatera, yang statusnya masih bersengketa.

Dijelaskannya, pada awalnya lahan tapak menara tersebut diakui milik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, yang sejak 2015 diberikan izin kepada PLN untuk mulai membangun “tower” transmisi 150 KV di kawasan Tenayan Raya.

Namun sejak mulai pembangunan, ada pihak masyarakat yang mengklaim bahwa tanah tapak menara tersebut milik mereka. Urusan bertambah runyam karena satu lahan tapak menara bisa diklaim oleh lebih dari satu pihak.

Akhirnya pihak PLN berusaha untuk mengambil jalan tengah agar pembangunan transmisi bisa terus berjalan. Pihaknya mengganti rugi tanaman yang ditumbangkan untuk kepentingan pembangunan tapak menara. Karena pihak pemko mengaku tanaman tersebut bukan miliknya.

Dalam tiga tahun terakhir, ada sekitar 60 batang pokok tanaman yang diganti PLN. Nilai ganti ruginya pun sekitar Rp 750 ribu per pokok sesuai dengan yang ditetapkan pihak “appraisal”.

Masalahnya, lanjut Rachmat para pihak yang mengaku pemilik lahan tadi masih menuntut ganti rugi atas tanah mereka karena dibangun menara.

“Tapi, kami tidak bisa memberi ganti rugi karena tanahnya bersengkata. Lagipula tidak ada pihak yang memiliki surat sah yang bisa dijadikan dasar untuk ganti rugi,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Pemko Pekanbaru agar dapat memperjelas legalitas sejumlah tanah tapak menara tadi.

“Kalau tidak ya begini, ada saja pihak yang menghalangi kami bekerja,” ungkapnya, demikian Antara.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: