26 May 2017
Home / Spesial Riau / Kota Pekanbaru / Pemko Pekanbaru minta angkutan berbasis daring hentikan operasional sementara

Pemko Pekanbaru minta angkutan berbasis daring hentikan operasional sementara


Pekanbaru (RiauNews.com) – Menyusul razia yang berujung bentrok antara pengemudi taksi konvensional dengan pengemudi berbasis aplikasi, baik roda dua maupun roda empat, Pemerintah Kota Pekanbaru mememinta pengusaha angkutan online untuk menghentikan operasionalnya untuk sementara.

Anjuran tersebut disampaikan langsung oleh Penjabat Wali Kota Pekanbaru Edwar Sanger, Kamis (18/5/2017), dengan tujuan menjaga kondusifitas Kota Pekanbaru.

“Kita berharap mereka hentikan sementara dulu operasionalnya. Mari kita sama-sama menjaga kondusifitas Kota Pekanbaru,” kata Edwar.

Seperti diketahui, angkutan berbasis aplikasi, baik roda dua maupun roda empat seperti Uber dan GoJek mulai marak beroperasi di Pekanbaru. Bagi sebagian besar warga Kota Bertuah, keberadaan angkutan berbasis aplikasi tersebut cukup membantu, terutama urusan berpindah lokasi.

Namun, disisi lain terjadi gejolak di lapangan, di mana sopir angkutan umum konvensional menolak keberadaan mereka. Keberadaan angkutan berbasi aplikasi, mereka anggap tidak sesuai aturan dan mengabaikan regulasi sehingga tidak layak untuk membawa penumpang.

Selain itu, keberadaan angkutan berbasis aplikasi juga menyebabkan penghasilan sopir angutan konvensional menurun drastis.

Disisi lain, Pemko Pekanbaru juga menyatakan pengelola angkutan berbasis aplikasi, belum pernah mengajukan izin.

“Sampai hari ini kita belum pernah menerima surat permohonan dari mereka” ujar Edwar.

Untuk itu, dirinya berharap agar pengelola angkutan daring dapat menghentikan sementara dan mengurus izin sesuai aturan. Edwar juga mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pengawasan guna memastikan mereka berhenti sementara.

Dilansir Antara, pada Rabu lalu (17/5/2017), puluhan sopir dari sejumlah perusahaan taksi di Kota Pekanbaru melakukan “sweeping” dengan menyisir keberadaan angkutan umum berbasis aplikasi. Tidak hanya angkutan daring roda empat, angkutan daring roda dua juga tidak luput dari aksi tersebut. Bahkan, aksi itu sendiri turut diwarnai dengan kejar-kejaran serta pemukulan yang dilakukan oleh sejumlah oknum sopir taksi kepada pengemudi yang kedapatan beroperasi di hadapan mereka. ***

Baca Juga

Dinas Pendidikan Pekanbaru liburkan kegiatan belajar mengajar selama Ramadhan

Pekanbaru (RiauNews.com) – Selama bulan Ramadhan 1438 hijriah, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, meliburkan aktifitas sekolah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *