Home / Spesial Riau / Kota Pekanbaru / Pemko Pekanbaru klaim swastanisasi sampah lebih hemat dan efektif

Pemko Pekanbaru klaim swastanisasi sampah lebih hemat dan efektif

Poluhan armada pengangkut sampah milik Pemko Pekanbaru yang mangkrak di bengkel milik DLHK, Jalan Kelapa Sawit. (Kredit: Humas Pemko Pekanbaru)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Kebijakan melakukan swastanisasi pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, diklaim pihak pemerintah daerah setempat jauh lebih hemat dan efektif, dibanding jika dilakukan sendiri oleh Pemko.

“Jelas lebih hemat anggaran dengan swakelola ini. Pemko tak perlu mencarikan anggaran lagi untuk biaya perawatan atau kerusakan armada. Tak hanya itu, 350 tenaga kebersihan upahnya akan ditanggung oleh pihak ketiga,” tambah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, Zulfikri, Senin (19/3/2018).



Menurutnya, jika dibandingkan dengan “kemampuan” Pemko yang saat ini hanya memiliki 65 armada namun hanya 25 yang layak jalan, dengan tonase sampah yang mencapai 400 sampai 500 ton per harinya, sangat tidak efektif.

“Dari 65 unit, ya hanya 25 yang masih layak jalan. Sudah hampir sepuluh tahun terakhir tak ada lagi penambahan armada pengangkut sampah. Dampaknya ada daerah yang mengalami keterlambatan sampahnya diangkut,” kata jelasnya.

Kondisi armada pengangkut sampah di workshop yang ada di Jalan Kelapa Sawit, Pekanbaru, terlihat puluhan armada sudah tidak bisa beroperasi.

“Yang tak bisa diperbaiki ini, memang sudah belasan tahun umurnya. Tahun lalu, BPKAD akan melelangnya, tapi kabarnya tak jelas sampai sekarang,” kata Zulfikri.

Sementara, dari 43 unit armada yang dalam masa perbaikan, Zulfikri memprediksi mungkin hanya lima unit saja yang bisa kembali beroperasi.

Melihat kondisi inilah, adanya mitra Pemko Pekanbaru dalam pengangkutan sampah dinilai akan lebih efektif.

Zulfikri optimis, program multiyears swastanisasi sampah ini akan berhasil. “Contohnya begini, kita punya call center dan juga Satgas Sampah. Kalau ada sampah menumpuk disalah satu titik, siapa pun bisa langsung kontak ke kami atau pihak ketiga. Kita langsung berkoordinasi dengan pihak ketiga, karena mereka yang butuh jumlah tonase sampah, jadi ke sudut manapun pasti akan dicari untuk mencapai target 350 ton per harinya,” paparnya.*** (rls)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: