23 Oktober 2018
Home / Spesial Riau / Kota Pekanbaru / Pasar Higienis kembali “disuntik” Rp1,2 M lagi

Pasar Higienis kembali “disuntik” Rp1,2 M lagi

Pasar Higenis yang terlantar tak ada pedagang

 

Pekanbaru (RiauNews.com) –  Setelah menghabiskan dana sebesar Rp2,7 miliar untuk revitalisasi pasar Higienis Jalan Teratai, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menggelontorkan sekitar Rp1,2 miliar lagi untuk renovasi pasar yang didirikan di eks bangunan SD Negeri 019 itu.

Sejak pasar ini didirikan, berbagai masalah bermunculan, seperti minimnya sarana-dan prasarana dan kondisi pasar selalu sepi. Untuk itu Disperindag Kota Pekanbaru melakukan renovasi sejak bulan Mei 2017 lalu dan baru selesai sekitar 40 persen.

“Baru selesai sekitar 40 persen. Target selesai awal November dan langsung kita operasikan,” kata Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Tengku Firdaus di Pekanbaru, Jumat (8/9/2017).

Meski target penyelesaian renovasi tak sampai dua bulan lagi, Firdaus mengklaim pembangunan pasar dapat selesai tepat waktu dan bisa ditempati  awal November mendatang.

Diakuinya, proses pengerjaan sedikit terlambat. Hal ini dikarenakan adanya kelengkapan Pasar Higienis yang ditambahk seperti “food court” dan 150 kios lagi.

“Yang jelas, keberadaan Pasar Higienis ini dapat menanggulangi ratusan pedagang yang kini tumpah di Jalan Teratai dan mengganggu arus kendaraan,”paparnya.

Firdaus menambahkan, untuk penempatan, pihaknya akan lakukan seleksi terhadap para pedagang yang berjualan dibadan jalan.

“Kalau kita lihat, kemungkinan pasar tersebut belum dapat menampung seluruh pedagang (yang berjualan di Jalan Teratai). Untuk itu, perlu kita lakukan seleksi, siapa saja yang dapat menempati di pasar itu,” jelasnya.

Seperti diketahui, pasar itu dibangun Pemko Pekanbaru awal 2016 silam. Ratusan kios disiapkan di pasar tersebut. Keberadaan pasar itu diharapkan menjadi solusi ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar Jalan Teratai. Nyatanya pembangunan pasar tidak membuat Jalan Teratai bersih dari pedagang.

Alasan pedagang tidak mau menempati kios dipasar tersebut lantaran omzet dagangannya menurun drastis saat berjualan di gedung Pasar Higienis. Hal itu disebabkan banyaknya konsumen enggan bertransaksi di lokasi yang disiapkan pemerintah.

Lama tak ditempati, fasilitas pasar banyak yang hilang, seperti mesin air, pintu (rolling door), tangki air, kabel listrik dan saklar lampu banyak yang hilang dan rusak. Kondisi pasar ini pun berantakan. Sampah tampak berserakan, halaman pasar tersebut juga tampak semak oleh rumput.

 

Pewarta : Safrinayanti

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: