22 Januari 2018
Home / Spesial Riau / Kota Pekanbaru / Disdik Pekanbaru tidak memaksa terapkan lima hari sekolah

Disdik Pekanbaru tidak memaksa terapkan lima hari sekolah

Murid SDN 017 Pekanbaru saat melaksanakan upacara bendera.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Rencana Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan menerapkan lima hari sekolah secara nasional mulai tahun ajaran 2017-2018 mendatang, mendapat tanggapan tersendiri dari Abdul Jamal, selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

Menurutnya, penerapan lima hari kerja tersebut ada dampak positif dan negatifnya, tetapi dari pemerintah pusat tidak harus menuntut semua sekolah menerapkan lima hari kerja tersebut.

“Jika penerapan nya di SMP tentunya tidak jadi masalah, karena Disdik telah bekerjasama dengan Kemenag. Sementara di Pekanbaru ini ada MDA, di mana hanya ada bagi siswa yang duduk di bangku Sekolah Dasar,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal.

Mengenai informasi yang menyebutkan bahwa PDTA nantinya akan dilaksanakan pada Sabtu dan Ahad jika full day dilaksanakan, Jamal mengaku belum bisa memutuskan.

“Apakah ini yang akan kita berlakukan, belum diputuskan dengan Kemenag. Namun ini tetap akan jadi wancana,” ucapnya.

Selain itu, salah satu kendala utama adalah ketersediaan ruang lokal jika full day di terapkan di tingkat SD. Sebab saat ini masih banyak sekolah-sekolah yang menerapkan dua shift, karena murid yang begitu banyak, sementara lokal terbatas. Ini terjadi di daerah-daerah yang padat penduduk, seperti di Kecamatan Tampan, Marpoyan Damai dan Tenayan Raya.

“Kita tidak akan memaksa seluruh sekolah untuk melaksanakan dan menerapkan, tapi tergantung dengan kesiapan sekolah terhadap sarana dan prasarananya,” katanya.

Untuk tahun ajaran baru ini, menurut Jamal, pihaknya hanya menargetkan maksimal 25 persen yang menerapkan full day. Setelah itu akan dievaluasi sebelum diterapkan lebih luas.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: