Home / Spesial Riau / Kota Pekanbaru / AirNav Indonesia Cabang Pekanbaru Ikuti Uji Kemampuan Berbahasa Inggris

AirNav Indonesia Cabang Pekanbaru Ikuti Uji Kemampuan Berbahasa Inggris

Karyawan AirNav Indonesia Cabang Pekanbaru saat mengikuti English Proficiency Test di Pusat Kajian Bahasa Sastra dan Budaya (Puska Batraya) Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing (STIBA) Persada Bunda Pekanbaru, (27/11/2017)

 

Pekanbaru (RiauNews.com). Pusat Kajian Bahasa Sastra dan Budaya (Puska Batraya) STIBA  Persada Bunda melakukan uji kemampuan berbahasa Inggris terhadap  20 orang karyawan  Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia Cabang Pekanbaru, Selasa (28/11/2017).

“Uji kemampuan berahasa Inggris atau English Proficiency Test (EPT) yang kita selelnggarakan kali ini berdasarkan permintaan dari Perum LPPNPI yang dilaksanakan sejak kemarin (27/11/2017),” ujar Kepala Divisi Sertifikasi Puska Batraya, Diana Zuriati, saat ditemui RiauNews.com di Kampus Persada Bunda, Selasa (28/11/2017).

Diana menjelaskan Puska Batraya melalui Divisi yang ia pimpin,  menerima permintaan Uji Kemampuan Berbahasa Inggris bagi lembaga, institusi atau perusahaan. “Biasanya perusahaan yang mengirimkan karyawannya kepada kami untuk mengikuti English Proficiency Test adalah perusahaan asing atau perusahaan lokal yang memiliki hubungan kerja luar negeri terkait persyaratan standar yang harus dimiliki karyawan mereka dalam bidang bahasa Inggris,” imbuhnya.

Ditanya soal tata cara EPT yang diselenggarakan Puska Batraya, Diana mengatakan Puska Batraya membuat senyaman mungkin, sehingga peserta yang mengikuti ujian tidak terlalu stress saat menghadapi ujian.

“Program EPT yang kita laksanakan menggunakan Computer Based Test atau ujian barbasis komputer. Setiap peserta tidak perlu lagi menghitamkan lembar jawaban yang mereka pilih dengan pinsil seperti pada tes konvensional. Dengan memanfaatkan konsep multimedia yang dirancang khusus, peserta diharapkan mendapatkan kenyamaan saat mengikuti ujian,” kata Diana memaparkan.

Kata Diana lagi, dengan mengikuti EPT, setidaknya peserta sudah mendapat gambaran kemampuan mereka bila mengikuti uji kemampuan berbahasa Inggris standar Internasional seperti TOEFL, IELTS atau TOEIC.

“Meski soalnya ujianya berbeda, namun konsep dasar uji kemampuan berbahasa itu seluruhnya hampir sama, sebab yang dibutuhkan untuk menjawab soal adalah pemahaman peserta terhadap materi uji,” ujar Diana memberi alasan.

Dilain pihak, Thenly Octaviansa, salah seorang karyawan AirNav Indonesia Cabang Pekanbaru yang mengikuti EPT di Puska Batraya, mengatakan alasan mengikuti EPT karena memang menjadi salah satu syarat yang harus dilengkapi karyawan.

“AirNav Indonesia adalah anggotan International Civil Aviation Organization (ICAO) atau Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, dan salah satu kemampuan yang dituntut bagi setiap karyawan adalah kemampuan berbahasa Inggris terutama bagi karyawan yang bersentuhan langsung dengan pelayanan administrasi penerbangan dan teknisi navigasi. Uji kemampuan berbahasa Inggris ini memang wajib dilakukan dan setiap unit kerja harus lulus score minimal yang telah ditentukan perusahaan,” ujarnya.

 

Pewarta : Safrinayanti

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: