23 November 2017
Home / Spesial Riau / Konflik gajah-manusia karena rusaknya habitat

Konflik gajah-manusia karena rusaknya habitat

Gajah Sumatera dan anaknya.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Konflik antara gajah dengan manusia kerap terjadi di Provinsi Riau. Terbaru, seorang warga di kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, tewas saat seekor gajah jantan liar mengamuk di perkebunan karet, Sabtu (11/11/2017) lalu.

Menurut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, bahwa kerusakan alam di Cagar Biofer Giam Siak Kecil memicu konflik gajah dengan manusia. Di mana, hewan raksasa tersebut yang biasanya bebas berkeliaran di hutan alam untuk mencari makan, kini tempatnya sudah digantikan oleh perkebunan.

“Kondisi sekarang Cagar Biosfer (Giam Siak Kecil Bukit Batu) sudah berubah. Jadi perkebunan, pemukiman. Itu yang menyulitkan mereka (kawanan Gajah liar),” kata Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Heru Sutmantoro, di Pekanbaru, Senin (13/11).



Dipaparkannya, dalam beberapa tahun terakhir kondisi Cagar Biosfer semakin tindak kondusif. Hutan yang sejatinya menjadi habitat hidup hewan bongsor itu sedikit demi sedikit disulap menjadi perkebunan dan pemukiman.

Akibatnya gajah kerap keluar dari hutan dan memasuki perkebunan masyarakat. Ia juga mengatakan bahwa gajah liar sebenarnya memiliki koridor sendiri untuk bergerak.

Sementara, gajah biasanya akan terus berjalan dari GSK-BB ke Swaka Margastwa Balai Raja. Kondisi perubahan fungsi alam membuat koridor gajah terganggu sehingga sering memasuki pemukiman masyarakat.

“Dulunya ada koridor, karena sekarang menjadi pemukiman dan perkebunan makanya ada konflik,” tuturnya.

Menyusul maraknya konflik antara manusia dengan gajah, BBKSDA Riau menyatakan pihaknya terus mensosialisasikan ke masyarakat di daerah rawan seperti Kecamatan Pinggir, Bengkalis agar lebih berhati-hati, sebab kecamatan tersebut termasuk perlintasan gajah.***

Baca Juga

​Ketua DPRD Riau Diminta Evaluasi Stafnya

Pekanbaru (RiauNews.com)- Kekecawaan Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR) terhadap sikap ketua DPRD Riau Septina Primawati ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *