10 Desember 2018
Home / Spesial Riau / Kirab Satu Negeri GP Ansor ditolak masyarakat, PWNU sambangi LAM Riau

Kirab Satu Negeri GP Ansor ditolak masyarakat, PWNU sambangi LAM Riau

Politisi PDIP yang juga Ketua PWNU Riau, Rusli Ahmad.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau Rusli Ahmad yang didampingi sejumlah pengurus lain, bersilaturahim ke Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Jumat (21/9/2018) sore. Mereka diterima Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (Ketum MKA) LAMR Datuk Seri H Al azhar, Ketum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri Syahril Abubakar, yang juga didampingi sejumlah pengurus LAM Riau.

Baik Rusli maupun Al azhar dan Syahril mengatakan, pertemuan itu memang tidak khusus membicarakan soal penolakan berbagai elemen terhadap kegiatan Kirab Satu Negeri yang dilaksanakan Gerakan Pemuda Ansor di Riau.



“Kami bersilaturahim ke LAMR, banyak hal yang dibicarakan,” kata Rusli Ahmad.

Cuma diakuinya bahwa di antara banyak hal yang dibicarakan tersebut, disinggung juga acara GP Ansor di Riau, khususnya di Siak, Bengkalis, dan Meranti.

Rusli Ahmad yang juga politisi PDIP ini menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan oleh GP Ansor pusat secara estafet pada lima titik. Misalnya, Riau menerima kegiatan itu dari Sumut, kemudian akan pindah ke Kepulauan Riau.

Untuk hal ini PWNU Riau menyampaikan kepada LAMR bahwa penolakan itu terjadi lebih banyak disebabkan karena kesalahan informasi. GP Ansor diminta arif untuk memandang penolakan itu.

“Ya, kalau orang mau ngaji tentu tidak bisa dilarang. Tapi yang apel-apel itu, usahlah,” kata Rusli.

Mengenai kesan Ansor di berbagai daerah lain menolak Ustadz Abdul Somad (UAS), PWNU Riau juga meminta LAMR agar dapat mempertemukan Ansor dengan UAS. Bagaimanapun UAS adalah aset bangsa, pemuka adat maupun agama, terlebih lagi sebagai warga NU juga.

Baik Datuk Seri Al azhar maupun Datuk Seri Syahril mengatakan, berterima kasih atas silaturahim PWNU sekaligus menjelaskan acara Ansor dan dukungan terhadap sejumlah kegiatan LAMR. Keduanya juga menjelaskan bahwa memang banyak elemen masyarakat Riau menolak kegiatan Ansor tentang Kirab Satu Negeri itu termasuk LAMR Siak dan LAMR Meranti.

Datuk Seri Syahril menjelaskan, sebagian besar komponen masyarakat itu sudah menyatakan keberatan mereka kepada Polda Riau. Sedangkan LAMR Siak dan LAMR Meranti membuat pernyataan terbuka.

“LAMR Provinsi Riau tidak berada pada posisi menerima atau menolak kegiatan itu, tetapi semuanya pasti merupakan anak kemenakan LAMR,” kata Datuk Seri Syahril.

Ia menjelaskan, khusus dengan LAMR Siak dan LAMR Merenti, LAMR Provinsi Riau tidak punya hal mengintervensi, sebab organisasi menggunakan sistem konfederasi. Masing-masing LAMR kabupaten/ kota mempunyai hak otonomi di bidang agama dan adat, sedangkan inti penolakan mereka berkaitan langsung dengan agama maupun adat itu sendiri.***

Sumber: Media Center Riau

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: