21 September 2018
Home / Spesial Riau / Kepulauan Meranti / Fastival Perang Air bukan ritual agama

Fastival Perang Air bukan ritual agama

Selatpanjang (RiauNews.com) – Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir menyatakan bahwa Festival Perang Air atau Cian Cui, yang kerap dilakukan menyambut Tahun Baru Imlek di Kota Selatpanjang bukanlah sebuah ritual satu agama manapun, namun merupakan bentuk pesta rakyat yang berkembang.

“Ini bukan ritual agama Budha atau Konghucu. Ini adalah pesta rakyat yang dikembangkan menjadi momen pariwisata, yang diharapkan dapat menyumbangkan peningkatan ekonomi daerah,” ucapnya dalam sambutan pembukaan festival tersebut, Senin (19/2/218).



Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat tionghoa Selatpanjang, yang juga anggota DPRD Kepulauan Meranti, Darwin Susandy, mengharapkan iven ini dapat terus ditingkatkan sumberdaya dan fasilitasnya.

Festival Perang Air di Selatpanjang ini dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Riau, Ahmadsyah Harrofie, yang mewakili Plt. Gubernur Riau, yang diikuti oleh sebagian besar warga Tionghoa dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kepulauan Meranti, dengan mengelilingi jalan-jalan protokol menggunakan alat transportasi becak.

Hadir juga pada acara itu, perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Sekretaris Dinas Pariwisata Riau Bambang Rusdianto, perwakilan Polda Riau, Sekda Kepulauan Meranti Yulian Norwis, Kapolres Meranti AKBP La Ode Proyek, Danramil 02 Tebingtinggi Mayor Arm Bismi Tambunan dan unsur lainnya.***(MCR)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: