18 Agustus 2018
Home / Spesial Riau / Kapolda Riau akui kekurangan personel awasi perairan

Kapolda Riau akui kekurangan personel awasi perairan

Kapolda Riau, Brigjen Pol Nandang.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Narkotika dan obat-obatan terlarang yang masuk ke Provinsi Riau, mayoritas melalui jalur laut, baik yang didatangkan dari negara tetangga maupun dari provinsi lain.

Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Pol Nandang mengakui jumlah personelnya yang mengawasi kawasan perairan masih kurang, sehingga banyak narkoba yang sampai ke daratan.

“Untuk mengawasi setiap jengkal jumlah kita belum bisa sebanyak itu. Harapan saya setiap desa ada polisi saja belum bisa, satu polisi ada menangani dua sampai tiga desa,” kata Brigjen Pol Nandang di Pekanbaru, Kamis (28/9/2017).



Kekurangan ini, selain memang personel yang terbatas akibat terbatasnya anggaran negara untuk menggaji polisi, juga disebabkan banyaknya polisi daerah yang minta pindah ke Pekanbaru.

“Banyak polisi yang bertugas di daerah pesisir minta pindah ke Kota Pekanbaru. Dan, kita akui tidak semua polisi bisa menghibur diri untuk ditempatkan dimana saja,” tukasnya.

Oleh karena itu, untuk meminimalisir masuknya narkoba ke Riau, kata dia, dilakukan dengan patroli intensif dari Satuan Polisi Air. Dia meminta agar patroli tidak hanya dilakukan siang, tapi juga malam karena penjahat tentu beraksi pada saat suasana senyap.

(ilustrasi)

“Perairan rawan memang itu kenyataannya, dari Bengkalis bisa mendarat di mana saja. Saya sudah suruh Kepala Satpolair patrolinya bukan siang, malam juga ditingkatkan, termasuk pelabuhan tikus,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia meminta agar semua kapal dari Malaysia dan Singapura diperiksa, terutama kapal kayu harus diketahui apa muatan yang dibawanya.

Hal itu disebutkan sebagai bentuk apresiasi jajaran di Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau dan Polresta Pekanbaru yang baru-baru ini berhasil mengungkap masuknya tiga kilogram sabu-sabu dan 8.000 pil ekstasi asal Malaysia melalui Bengkalis dan ditangkap di Pekanbaru.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: