Home / Spesial Riau / Kampar / Warga Kampar hasilkan jutaan rupiah dari kerajinan gypsum

Warga Kampar hasilkan jutaan rupiah dari kerajinan gypsum

Berbagai bentuk vas bunga dan boneka cantik dari gypsum. (Kredit: istimewa)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Produk lokal buatan salah seorang warga Kampar ini punya nilai seni, daya kreasi dan harga jual tinggi. Dari tangan kreatifnya, ia bisa mengahasilkan kerajinan tangan yang unik dan menarik dari bahan dasar gypsum.

Seperti diketahui, gypsum adalah semen putih berbahan lunak yang biasa diolah untuk campuran bahan bangunan, seperti pembuatan papan partisi atau plafon. Namun di tangan-tangan kreatif gypsum bisa diolah menjadi kerajinan unik yang menghasilkan nilai tambah.

Seperti yang ditekuni Paryono (36), warga Desa Hangtuah, Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar itu telah menekuni usaha sebagai pengrajin gypsum ini sejak dua tahun silam.

Dia pun telah menyulap sebuah rumah sebagai pabrik untuk pembuatan produk gypsum. Keuntungan yang dihasilkannya pun cukup lumayan, di mana dalam sebulan Paryono beserta istrinya Nurjannah (35), mampu meraup keuntungan bersih sebesar Rp3 juta.

Kerajinan gypsum yang diberi nama NIKLA ini dikerjakan di belakang rumahnya yang dijadikan workshop dan juga toko untuk memajang hasil kerajinannya tersebut. Dibantu dengan empat orang karyawannya, tiga sebagai tukang cat dan satu lagi sebagai pengamplas.

Kerajinan tangan berbahan gypsum saat masih setengah jadi. (Kredit: istimewa)

Pria yang pernah bekerja di PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V), namun karena akan adanya replanting pada 2016, memaksa dia dan sang istri untuk memutar otak agar bisa mencari penghasilan lebih.

Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke kampung halamannya di Jawa Tengah, menemui pengrajin-pengrajin yang ada di daerah sana.

Saat itu ada dua kerajinan yang menarik perhatiannya. Pertama, kerajinan batu akik dan kedua kerajinan gypsum.

Prayono kemudian memilih untuk menekuni kerajinan gypsum setelah melihat adanya peluang yang cukup besar di desanya.

“Saya memilih kerajinan gypsum ini karena menurut saya disini jarang bahkan nggak ada yang membuat kerajinan seperti ini”, ujarnya.

Hambatan dalam usaha ini menurut ayah dua orang anak ini, yaitu proses pengeringan yang dilakukan dengan mengandalkan sinar matahari, jika musim penghujan maka akan lambat kering.

Hasil kerajinan Priyono ini sudah menjangkau kota-kota di Riau, bahkan sudah merambah ke provinsi tetangga, yakni ke Sibolga, Sumatera Utara.***

Putri Monday, Mahasiswi UIN Suska Riau

Baca Juga

Azis Zainal lantik 73 pejabat eselon Pemkab Kampar

Bangkinang (RiauNews.com) – Sebanyak 73 orang pejabat eselon II di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kampar, dilantik ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: