Home / Spesial Riau / Indragiri Hulu / PT BBSI akui tak bisa penuhi himbauan Pemkab Inhu

PT BBSI akui tak bisa penuhi himbauan Pemkab Inhu

Bibit akasia, pohon yang dijadikan bahan baku dalam industri pulp dan kertas.

Rengat (RiauNews.com) – Himbauan dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) kepada PT Bukit Batabuh Sei Indah (BBSI) agar menghentikan penanaman pohon akasia, menurut pihak manajemen perusahaan takkan dipenuhi.

Hal ini karena sesuai dengan keputusan inkrah dari Mahkamah Agung, bahwa pihak PT BBSI dinyatakan menang atas klaim yang diajukan sekelompok warga Desa Talang Tujuh Buah Tangga, Kecamatan Rakit Kulim, Inhu.

“Kita minta warga yang mengklaim memiliki lahan di dalam areal konsesi PT BBSI untuk menghormati keputusan MA,” ujar Manajer PT BBSI, Asri, Jumat (29/12/2017).



Menurutnya, pihaknya takkan menghentikan penanaman akasia karena harus memenuhi kewajiban kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dijelaskan juga, bahwa pihaknya sebenarnya tidak berkonflik dengan warga manapun. Hal ini terbukti dengan adanya oknum yang dilaporkan warga ke polisi setelah menyadari bahwa lahan yang dibelinya berada di dalam areal izin PT BBSI.

Masih menurut Asri, untuk kesejahteraan masyarakat, PT BBSI sudah mencadangkan areal seluas 20 persen dari total izin sekitar 13 ribu hektar untuk masyarakat tempatan dalam pola kemitraaan.

“Pencadangan lahan ini sudah dibuat dalam RKU PT BBSI, pelaksanaannya akan mengacu pada peraturan dan ketentuan yang diatur oleh pamerintah,” sebutnya.

Sebelumnya pada Rabu (27/12/2017) Plt Sekda Inhu Ir Hendrizal saat rapat mediasi penyelesaian konflik antara masyarakat empat desa dengan PT BBSI telah menghubungi pimpinan PT BBSI melalui handphone, agar menghentikan aktifitas operasional di lahan yang masih bermasalah dengan masyarakat hingga diperoleh suatu hasil kesepakatan oleh tim yang akan dibentuk untuk menyelesaikan permasalahan antara masyarakat dengan PT BBSI.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Talang Tujuh Buah Tangga, Sierlina meminta kepada Pemkab Inhu untuk menentukan batas areal PT BBSI. Dia juga meminta Pemkab Inhu agar menghimbau pihak PT BBSI supaya tidak melakukan pengosongan rumah masyarakat di Desa Talang Tujuh Buah Tangga.*** (MC Riau)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: