Home / Spesial Riau / Indragiri Hilir / Pencarian terhadap korban tenggelam di Inhil dihentikan

Pencarian terhadap korban tenggelam di Inhil dihentikan

Anggota Basarnas sedang melakukan pencarian terhadap korban tenggelam di sungai. (Kredit: Twitter/Basarnas)

Tembilahan (RiauNews.com) – Setelah melakukan upaya pencarian selama tujuh hari terhadap Sahrul, korban tenggelam paska tabrakan dua speedboat di perairan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, akhirnya dihentikan meski jasad korban belum ditemukan.

Kepala Pelaksana BPBD Inhil, Yuspik Jumat mengatakan, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dari Badan SAR, pencarian terhadap korban tenggelam maksimal tujuh hari.



“Jika pencarian korban hingga hari ke 7 pasca kejadian tidak membuahkan hasil, maka pencarian dihentikan,” Yuspik menjelaskan, Jumat (30/3/2018).

Dikutip Riaunews.com dari Antara, Yuspik mengatakan, operasi pencarian Sahrul yang merupakan nakhoda SB Sulis Winda pada hari pertama hingga hari ke tiga dilakukan di TKP dan sekitarnya dengan menggunakan bantuan alat tangkap ikan berupa jaring.

Tim BPBD dan Basarnas membagi dua wilayah pencarian yakni ke arah hilir dan hulu dengan jarak hingga 1,5 Kilometer. Dan pada malam hari tim juga melakukan penyisiran ditepi-tepi sungai.

Selanjutnya, Tim pencarian yang terdiri dari tim cepat BPBD Inhil, Basarnas, Polair Polres Inhil, personel Polsek Mandah, TNI dan masyarakat telah berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan pencarian, namun sayangnya korban tetap saja tidak ditemukan.

“Padahal, radius pencarian korban juga telah diperluas hingga 1,5 kilometer,” ucap Yuspik.

Atas insiden ini, Ia mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan pelayaran. Siapkan alat pengaman sebagai antisipasi jika terjadi musibah, dan yang terpenting tidak melakukan perjalanan pada malam hari.

Ia juga mengucapkan terimakasih atas kerja sama semua pihak yang sudah berpastisipasi dalam upaya melakukan pencarian korban.

Sahrul yang merupakan warga parit Teluk Kundur, Desa Terusan, Kecamatan Mandah, adalah satu-satunya korban Laka laut yang hingga saat ini belum ditemukan.

Ia terpental saat SB Sulis Winda yang ia nakhodai ketika bertabrakan dengan SB Berkat Ilahi yang dinakhodai oleh Masbah (58) warga pasar Sendawah, Desa Bakau Aceh, Kecamatan Madah, mengalami tabrakan.

Kecelakaan laut antara dua unit SB rute Pelangiran-Tembilahan-Pelangiran ini bermuatan penumpang.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: