Home / Spesial Riau / Indragiri Hilir / Jembatan putus di Inhil, ratusan KK terisolir

Jembatan putus di Inhil, ratusan KK terisolir

Jembatan putus di Kecamatan Tanah Merah, Indragiri Hilir. (Kredit: Antara)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Satu unit jembatan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Kuala Enok dengan Desa Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, putus.

Meski tak menimbulkan korban jiwa, namun ratusan KK masyarakat jadi terisolir dan harus menggunakan perahu jika hendak pergi ke desa lainnya.



Informasi yang diperoleh dari Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Sunarto di Pekanbaru, Ahad (20/5/2018) di Pekanbaru menjelaskan, putusnya jembatan kayu sepanjang lebih kurang 20 meter tersebut terjadi pada Sabtu (19/5) siang.

“Insiden terjadi saat dua pekerja yang memperbaiki jembatan itu melihat kontur tanah penyangga di salah satu sisi Sungai Perigi tersebut tiba-tiba berlubang. Tak lama kemudian, sekitar pukul 12.30 WIB terdengar suara dentuman yang berasal dari badan jembatan yang putus,” kata Sunarto.

Akibat insiden tersebut, ratusan warga di kedua desa terisolir. Petugas gabungan dari pemerintah daerah setempat dilaporkan masih berusaha melakukan perbaikan.

“Lokasi kejadian telah kita pasangi garis polisi dan kami juga mengimbau masyarakat tidak mendekat,” ujarnya.

Insiden ambruknya jembatan di Kabupaten Indragiri Hilir beberapa kali terjadi dalam kurun waktu setahun terakhir. Indragiri Hilir merupakan kabupaten dengan geografis yang cukup banyak terdapat sungai-sungai kecil.

Biasanya insiden ambruknya jembatan disebabkan oleh derasnya aliran sungai hingga mengikis sisi-sisi sungai penahan jembatan.

Sementara itu, salah seorang staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indragiri Hilir, Anto mengatakan bahwa jembatan yang ambruk ini secara fisik sepertinya kurang perawatan. Hal ini terbukti, permukaan lantai jembatan yang berlobang hanya ditutup seadanya.

“Memang kalau dilihat dari kondisi sepertinya kurang perawatan. Dasar bahan jembatan kayu, tapi atasnya itu lantainya disemen. Cuma yang berlobang ditutup pakai kayu aja,” ungkap Anto lagi.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: