19 Agustus 2019
Home / Spesial Riau / Indragiri Hilir / Harimau kembali tewaskan seorang pekerja di Inhil

Harimau kembali tewaskan seorang pekerja di Inhil

Harimau mengaum.

Tembilahan (RiauNews.com) – Harimau kembali mengganas di Kabupaten Indragiri Hilir. Seorang pekerja PT Riau Indo Agropalma (PT RIA) bernama M Amri (32) tewas diduga akibat serangan hewan buas tersebut, Kamis (23/5/2019).

Informasi yang diperoleh, korban bersama rekan-rekannya yang lain delapan orang berangkat bekerja untuk melakukan pemanenan tanaman akasia di Kanal Sekunder 41 PT RIA Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, Riau pada Kamis (23/5) pukul 06.30 WIB.



Sekitar pukul 10.30 WIB, teman-teman korban telah kembali ke camp untuk beristirahat, namun korban yang merupakan warga Dusun Perasak Desa Gapura, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat ini tidak kunjung kembali.

Baca: Harimau serang ternak warga Pelalawan

Setelah menunggu sekira 30 menit, teman-teman korban berupaya mencari korban dengan menggunakan eksavator.

Hasilnya, lebih kurang 1 jam kemudian rekan korban menjumpai seekor harimau, dan tidak jauh dari lokasi tersebut ditemukan korban dalam keadaan telungkup dengan beberapa luka yang diduga akibat diterkam oleh si Raja Rimba.

Korban langsung dievakuasi namun sudah dalam keadaan meninggal dunia. Pada tubuh korban ditemui sejumlah luka yang diduga akibat serangan harimau, di bagian tengkuk dan leher.

Baca: Harimau kembali mengganas di Inhil, satu warga luka parah diterkam

Selanjutnya korban dibawa UPT Puskesmas Pelangiran untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

dr Palupi yang menangani korban menyatakan korban mengalami luka pada bagian tengkuk, leher, kepala bagian belakang, dan mata sebelah kanan yang diduga akibat serangan harimau.

Selanjutnya jenazah korban dibawa ke Tembilahan dengan menggunakan speedboat. Atas permintaan keluarga, jenazah akan dibawa ke kampung halamannya di Kalimantan Barat.

Baca: Harimau Sumatera hanya tersisa 400-an ekor, 190 di Riau

Sementara itu, petugas telah melakukan koordinasi dengan BKSDA Provinsi Riau untuk memburu keberadaan harimau yang menyerang manusia tersebut.***

Komentar
%d blogger menyukai ini: