Gubri segera berganti, Ahmad Hijazi tak khawatirkan jabatannya

Sekdaprov Riau, Ahmad Hijazi.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Gubernur Riau (Gubri) terpilih Syamsuar dan wakilnya Edi Natar Nasution pada 19 Februari segera dilantik. Posisi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau pun mulai jadi perbincangan. Akankah jabatan Sekdaprov yang saat ini masih dijabat Ahmad Hijazi tetap bertahan.

Sejumlah nama-nama yang mulai diperbincangkan tersebut diantaranya, Ahmad Hijazi yang kini masih menjabat sebagai Sekdaprov Riau. Asisten I Ahmad Syah Harofi, Inspektur Wilayah II Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI, SF Hariyanto yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Dinas PU dan Kadispenda Riau. Kemudian mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau Surya Maulana.

Nama-nama itu disebut-sebut berpeluang, melihat jejak rekam untuk menempati posisi administrator tertinggi dijajaran lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Sekdaprov Ahmad Hijazi saat dimintai tanggapannya perihal posisi yang sedang dijabat itu mengaku tidak merasa takut akan diganti, meski pada suatu kesempatan dia juga sempat diapresiasi atas kinerjanya dalam mengelola keuangan daerah di tengah defisit anggaran.

“Nggak usah diungkit masalah itu. Kita ini seperti air mengalir saja,” kata Hijazi, Senin (4/2/2019).

Hijazi juga mengatakan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dirinya sudah kewajibannya untuk melaksanakan perintah pimpinan. Termasuk ketika dia juga diminta menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau, menggantikan Rahmad Rahim yang kini menjabat sebagai pejabat fungsional.

“Siapa pun pimpinan, sudah kewajiban kami sebagai aparatur negara melaksanakannya. Termasuk ketika pak Gubernur pak Wan Thamrin meminta menjadi Plt di Bappeda,” ungkap Hijazi yang juga mantan Kadisperindag Kota Batam.

Sebagai informasi, dari orang yang mengaku dekat dengan Gubri terpilih Syamsuar menyatakan, bahwa kriteria Sekdaprov adalah cakap dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai administrator tertinggi merupakan poin utama.

Tapi juga tak kalah penting dan akan menjadi salah satu pertimbangan yakni memiliki ‘pergaulan’ di pusat. Poin ini sama-sama dianggap penting mengingat jabatan Sekdaprov harus mampu menterjemahkan fungsi dan perannya bagaimana strategi ‘merebut’ uang dalam bentuk program yang ada di pusat tersebut.***

Komentar
%d blogger menyukai ini: