BPBD Riau kerahkan heli lakukan water bombing padamkan karhutla

Helikopter dikerahkan untuk melakukan pengeboman air di areal terjadinya karhutla.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Meningkatnya angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus ditangani secara maksimal. Salah satu strategi yang diupayakan dengan melakukan bom air (water bombing) di titik-titik karhutla di Riau.

Langkah tersebut dilakukan karena dinilai berperan positif dalam mengeliminir ancaman karhutla yang semakin membayangi.

“Pemadaman dan pendinginan lahan yang terbakar dilakukan dengan water bombing untuk lokasi-lokasi kebakaran yang cukup jauh dari akses penanganan jalur darat,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edwar Sanger, Selasa (19/2/2019).

Dijelaskan, untuk langkah awal pihaknya sudah meluncurkan water bombing untuk memadamkan api yang membakar sejumlah lahan dan hutan di wilayah pesisir Riau dan langkah koordinasi serta penanganan terus dilakukan secara simultan.

“Terus kita inventarisir dan lakukan penanganan di lapangan. Memang kendalanya jangkauan lokasi yang sulit sekali ditempuh dengan jalur darat. Oleh sebab itu pemadaman dan pendinginan lahan yang terbakar dilakukan dengan water bombing,” paparnya.

Kondisi ini diperparah dengan wilayah pesisir yang jarang diguyur hujan beberapa hari belakangan ini. Sementara angin kencang dan cuaca panas terus terjadi sehingga membuat api semakin cepat menyebar membakar lahan di kawasan tersebut.

Untuk implementasi awal satu armada helikopter jenis Bell 412 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah mengudara dan telah melakukan water bombing di beberapa titik rawan. Seperti di kawasan Pulau Rupat, Bengkalis. Dumai, Rohul, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti.***

Komentar
%d blogger menyukai ini: