Bengkalis daerah terbanyak terdapat hotspot

Pekanbaru (RiauNews.com) – Kabupaten Bengkalis menjadi daerah yang paling banyak terdapat titik panas atau titik api di Provinsi Riau, yakni mencapai 28 titik dari 54 yang terpantau sepanjang Jumat (22/2/2019) lalu.

Foto udara yang memperlihatkan adanya kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hal ini menandakan di daerah tersebut telah terjadi kebakaran hutan atau lahan (Karhutla) yang cukup luas.

Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Marzuki mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkelanjutan. Dimana dari 54 hotspot tersebut yang berada pada level confidence 50 persen dan tersebar pada 7 kabupaten/kota di Riau.

“Memang masih asa terdeteksi hotspot di beberapa daerah. Hotspot terbanyak masih bengkalis dengan jumlah 28 hotspot,” paparnya.

Kemudian hotspot juga terdeteksi di Inhil dengan 9 hotspot Dumai 6 hotspot, Rokan Hilir 4 hotspot, Pelalawan dan Meranti 3 hotspot dan Siak 1 hotspot.

Dari angka tersebut untuk hotspot yang berada pada level confidence di atas 70 persen, terdapat 40 hotspot (potensi titik api) yang juga tersebar 6 kabupaten/kota. Untuk Suhu udara berkisar 23-33 derajat celcius dengan tingkat kelembaban udara 55-98 persen.

Pemprov Riau sendiri telah menetapakan status darurat siaga kebakaran hutan dan lahan pada 19 Februari 2019 lalu, yang berlaku hingga 31 Oktober 2019.

Gubernur Riau, Wan Thamrin Haysim mengatakan, bahwa penetapan status tersebut dilakukan menyusul dua daerah yang sudah menetapkan status siaga darurat karhutla terlebih dahulu, yakni Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis.

Disamping itu, lanjut Wan Thamrin, pertimbangan penetapan status siaga darurat karhutla juga didasari oleh prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru.

“Kata BMKG, curah hujan di Riau ini masih sedikit dan tidak lebat. Dan, diprediksi musim kemarau akan datang pada bulan Mei atau Juni. Makanya kita tetapkan status lebih awal,” kata Wan Thamrin.***

Pewarta: Ilva

Komentar
%d blogger menyukai ini: