Home / Spesial Riau / Anggaran perlindungan perempuan dan anak di Riau cuma Rp100 Juta

Anggaran perlindungan perempuan dan anak di Riau cuma Rp100 Juta

Ade Hartati Rahmat.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Anggaran untuk mendukung program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Provinsi Riau ternyata masih minim. Menurut anggota Komisi V DPRD Provinsi Riau Ade Hartati Rahmat, pada tahun ini hanya dianggarkan Rp100 juta, yang dikelola oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

“Minimnya pengalokasian anggaran tersebut antara lain dipicu oleh masih rendahnya komitmen dari anggota legislatif dan eskekutif, sehingga berbagai upaya pemberdayaan perempuan dan perlidungan anak masih terkendala,” ucap Ade di Pekanbaru, Senin (26/3/2018).



Menurut dia, pada akhir 2016 lalu, sebagian anggota dewan sudah bersedia mengalokasikan anggaran tersebut beberapa miliar namun kemudian mentah kembali pada rapat panitia anggaran.

Ia mengatakan, kondisi ini terjadi antara lain karena sulitnya membangun perspektif tentang pengalokasian anggaran yang responsif gender dan terkesan justru penganggaran tersebut cenderung pada kepentingan politik.

Hambatan lainnya adalah adanya anggapan bahwa program pemberdayaan perempuan dan anak sudah terintegrasi pada sejumlah dinas dan OPD lainnya di Provinsi Riau.

Ade yang juga Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Partai PAN itu mengakui bahwa dirinya akan tetap terus mendorong agar pengalokasian anggaran untuk dinas terkait agar lebih responsif gender supaya penyelesaian sejumlah kasus penganiayaan terhadap anak dan perempuan bisa dilakukan secara maksimal.

Selama ini, katanya, penyelesaian satu kasus kejahatan terhadap anak dan perempuan hanya Rp400 ribu. Kalau kasusnya berada di Kota Pekanbaru, mungkin akan mencukupi akan tetapi kalau di Kabupaten Kampar, Meranti, Bengkalis dan lainnya, maka anggaran sebesar itu tidak akan mencukupi.

Selain ongkos transportasi, katanya, biaya jasa psikolog,dan pendamping advokasi hukum tentu juga harus diberikan agar penanganan kasus kejahatan terhadap anak dan perempuan di daerah ini bisa dilakukan dengan maksimal. *** (Antara)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: