22 September 2018
Home / Spesial Riau / ​BPNB Kunjungi Candi Muara Takus, Yayasan Matankari Riau Dukung Jetrada

​BPNB Kunjungi Candi Muara Takus, Yayasan Matankari Riau Dukung Jetrada

Kepala BPNB Kepri Toto Sucipto, (kiri) bersama ketua Yayasan Matankari Provinsi Riau, Amirullah saat acara Jetrada. (Kredit: Istimewa)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Pada Ahad (8/4/2018), Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepulauan Riau menaja kegiatan tahunan Jejak Tradisi Daerah (Jetrada). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, dari 7 sampai 9 April 2018 di Hotel Resty Menara Pekanbaru, dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Yoserizal Zein.

Jetrada merupakan ajang para finalis lomba karya ilmiah yg mengupas tradisi yg berada di wilayah empat provinsi, yakni Provinsi Jambi, Riau, Kepri dan Bangka Belitung.



Enam finalis berasal dari SMAN 1 Karimun, SMAN 1 Kuansing, SMAN 1 Pangkal Pinang dan SMAN 1 Pangkalan Kerinci.

Kepala BPNB Kepri Toto Sucipto dalam paparannya mengatakan bahwa Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di empat wilayah ini sudah tercatat sebanyak 7.893. Dan yang baru ditetapkan 954.

“Maka kedepan kita perlu membuat regulasi kebudayaan. Yaitu SDM, kajian dan inventarisasi atau pencatatan” ujarnya.

Hal tersebut lanjut Totok sesuai dgn UU NO. 5 /2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Nyamanlah dengan kebudayaan sendiri.” sarannya.

Selanjutnya beliau mengulas tentang perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan. “Ada 10 objek pemajuan kebudayaan yaitu, tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olah raga tradisional,” terangnya.

Masih kata Toto, perlunya pembentukan, karakter, membangun isu strategis, dan strategi revitalisasi kebudayaan.

“Masih banyak yang perlu kita kembangkan seperti kuliner tradisi, dan obat-obatan tradisional. Hal utama itu adalah kolaborasi dan kerjasama,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut, ketua Yayasan Matankari Riau, Amirullah sangat mendukung kegiatan yang diselenggarakan BPNB tersebut.

“Kita sangat mendukung kegiatan ini. Karena langsung bersentuhan dengan generasi muda serta titik kebudayaan itu berada. Sudah beberapa kali Jetrada diadakan di Riau setidaknya sudah dua kali kegiatan ini mengunjungi pusat peradaban percandian Muaratakus,” ujar Amir.

Yayasan Matankari adalah milik Siompu Niniok Datuok Rajo Dubalai selaku Pucuk Adat Kedatuan Andiko 44. Yayasan yang berdiri pada 2012 silam itu bergerak menjadi perpanjangan tangan Niniok Datuok Rajo Dubalai.(rls/tien)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: