22 Agustus 2019
Home / Politik / Presiden tunjukkan foto Tito saat kampanye, netralitas Polri diragukan dalam Pemilu/Pilpres

Presiden tunjukkan foto Tito saat kampanye, netralitas Polri diragukan dalam Pemilu/Pilpres

Presiden Joko Widodo didampingi Kapolri Tito Karnavian. (Kredit: Antara)

Jakarta (RiauNews.com) – Masyarakan meragukan netralitas Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mengawal jalannya Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden 2019, setelah calon presiden petahana Joko Widodo memperlihatkan foto Kapolri Tito Karnavian pada tim kampanyenya.

Momen Jokowi menunjukkan foto Kapolri Tito Karnavian terjadi saat ia melantik jajaran pengurus Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Sumsel, di The Sultan Conventional Center, Palembang, Ahad (25/11/2018). Jokowi memberikan sambutan di hadapan ribuan pendukungnya yang hadir di acara itu.



Jokowi berbicara mengenai tokoh dan putra daerah Sumatra Selatan. Jokowi menyebut tiga nama. Yakni, Gubernur Sumsel Herman Deru, Gubernur Sumsel dua periode, Alex Noerdin serta Ketua TKD Sumsel Syahrial Oesman dengan menampilkan foto ketiga tokoh terkemuka di Sumsel itu.

Layar juga menampilkan sosok tiga orang lainnya, yakni Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ketiganya dianggap sebagai tokoh asli Sumsel yang berkiprah besar untuk Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Polri tetap netral.

“Polri dalam kontestasi pemilu adalah netral. Jadi batasan tugas dan di luar tugas itu jelas,” katanya di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (26/11/2018).

Dedi pun menjelaskan, Tito memang sempat mendampingi Jokowi ke Palembang. Namun, pendampingan itu dalam kapasitas Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia. Adapun, ketika Jokowi melaksanakan pertemuan dengan tim kampanyenya, Tito tidak hadir ke acara tersebut.

“Kunjungan Pak Presiden ke Sumsel adalah Pak Kapolri dalam hal ini kapasitasnya kunjungan kerja mendampingi bersama Panglima TNI dan pejabat terkait,” kata Dedi.***

Sumber: Republika

Komentar
%d blogger menyukai ini: