Jurkam Prabowo: Jokowi menyerang karena gusar elektabilitas merosot

Priyo Budi Santoso.

Jakarta (RiauNews.com) – Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso menduga penurunan elektabilitas sebagai penyebab sikap capres petahana Joko Widodo lebih banyak melakukan serangan ke kubu lawan beberapa hari terakhir.

Jokowi sempat menyindir Prabowo berulang kali. Mulai dari kasus Ratna Sarumpaet, Indonesia punah, hingga keberadaan konsultan Rusia di kubu lawan.

“Kalau ini bentuk kegusaran beliau, bisa jadi karena hasil survei investigatif memang menunjukkan angka-angka yang mengagetkan,” kata Priyo melalui pesan singkat, Senin (4/2/2018).

Priyo mengklaim mayoritas wilayah Sumatera sudah dikuasai oleh Prabowo-Sandi. Demikian pula Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. Priyo juga mengatakan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo Subianto sudah beda tipis di Jawa Timur. Hanya Jawa Tengah terdapat selisih yang cukup besar.

Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, kata Priyo, elektabilitas Prabowo-Sandi sudah unggul. Dia mengklaim separuh wilayah Kalimantan dan Maluku pun telah dikuasai Prabowo-Sandi.

Sekjen Partai Berkarya itu pun heran dengan gelagat Jokowi yang ofensif. Dia melihat Jokowi jelas-jelas menyerang Prabowo-Sandi secara bertubi-tubi. Menurutnya, itu tidak sama dengan gaya berkomunikasi Jokowi yang selama ini dikenal publik.

“Pernyataan yang membuat gaduh dengan menebar sindiran ke sana-kemari tentang Indonesia punah, tempe setipis ATM, operasi plastik, sampai tudingan propaganda ala Rusia segala. Ada apa sebenarnya? Tenang saja Pak Jokowi, Belanda masih jauh,” tutur Priyo.

Priyo kemudian memberikan penjelasan perihal Indonesia punah yang pernah diutarakan Prabowo dan kemudian disindir Jokowi beberapa hari lalu.

Priyo mengatakan Indonesia akan punah jika dikelola oleh sosok yang amatiran. Begitu pula jika membungkuk kepada kekuatan asing. Menurutnya, itulah maksud Indonesia punah yang dimaksud Prabowo.

Priyo menyatakan tidak ada nada pesimisme dari Prabowo. Dia menyebut hal itu sekadar pernyataan hiperbola dari seorang tokoh yang pandai berorasi.

“Ini mirip dengan pesan Bung Hatta yg menyebut: lebih baik Indonesia tenggelam ke dasar lautan ketimbang menjadi embel-embel negara asing,” ujar Priyo.

Perihal tempe setipis kartu ATM, Priyo menjelaskan hal itu memang fakta yang ditemukan di lapangan. Cawapres Sandiaga Uno yang mendapati tempe seperti itu. Priyo membela Sandiaga dengan menyebut tempe itu sebagai cerminan keadaan ekonomi yang kurang baik.

“Diperlukan sikap lapang dada menerima pesan dari bawah seperti ini,” kata Priyo.

Priyo juga mengklarifikasi tudingan Jokowi soal penggunaan propaganda ala Rusia. Priyo lantas bertanya balik timses mana yang dimaksud Jokowi. Dia menegaskan pihaknya tidak memainkan propaganda tersebut.

Priyo mengklaim BPN tidak pernah mendengar hal itu. Dia memastikan Prabowo-Sandi pun tidak setuju dengan propaganda yang dimaksud Jokowi.

“Beliau berdua selalu menggariskan model kampanye yang santun, senyum, terukur, sesuai aturan. Mohon maaf tudingan itu sepertinya mengada-ada,” ucap Priyo.

Soal Ratna Sarumpaet tidak luput dijelaskan Priyo. Dia mengaku heran dengan Jokowi yang belum berhenti menyinggung kasus tersebut.

Priyo menggarisbawahi bahwa Prabowo-Sandi adalah korban dari kebohongan Ratna Sarumpaet. Dia menilai Jokowi sering menyinggung hal itu hanya karena ingin menyerang Prabowo.

“Kita hanya bisa mengelus dada saja,” imbuh Priyo.

Priyo pun berusaha menyindir balik Jokowi. Dia menyinggung soal keberadaan Tabloid Indonesia Barokah yang menyudutkan Prabowo-Sandi.

Sejumlah tokoh nasional sudah meminta agar tabloid tersebut dibakar. Misalnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsudin.

Priyo mempertanyakan sikap Jokowi yang hingga kini tidak tegas terhadap keberadaan Tabloid Indonesia Barokah.

“Kami justru bertanya kenapa Pak Jokowi sepertinya mendiamkan saja? Di mana sikap negarawan itu?” kata Priyo.***

Sumber: CNN Indonesia

Komentar
%d blogger menyukai ini: